Harga Gula ICE Capai Sesi Tertinggi 2,5 Tahun

334

Harga gula berjangka ICE berakhir naik, sempat mencapai puncak tertinggi 2,5 tahun pada akhir perdagangan bursa ICE Futures New York Selasa dini hari (07/06). Harga komoditas ini mengalami penguatan dipicu gangguan panen di Brazil dan perkiraan peningkatan defisit gula.

Sebuah awal yang kuat untuk proses penghancuran tebu di pusat-selatan Brazil pada bulan April dan semester pertama Mei sementara memastikan persediaan yang cukup tapi hujan di paruh kedua bulan lalu dan awal bulan ini telah memperlambat produksi.

“Daerah tebu Brasil melihat lebih banyak hujan pada akhir pekan. Penundaan Panen sekarang sangat mungkin untuk diperpanjang ke tengah bulan,” kata analis Tobin Gorey dari Commonwealth Bank of Australia.

Kepala trader gula mentah untuk Olam International Piero Carello mengatakan kepada Reuters bahwa Olam memprediksi defisit gula global yang meningkat menjadi 7 juta ton pada 2016/17 (Oktober / September) dari defisit sebesar 4 juta ton di 2015/16.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Juli 2016 terpantau menguat. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup naik sebesar 0,03 sen atau setara dengan 0,16 persen pada posisi 18,78 sen per pon. Harga sempat mencapai sesi tertinggi pada 19,42 sen per pon, yang merupakan tertinggi dalam 2,5 tahun.

Lihat : Harga Gula Akhir Pekan Melonjak, Hasilkan Lompatan Mingguan 7 Persen

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula berjangka di ICE Futures New York pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat terbatas dengan defisit produksi gula. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Resistance pada posisi 19,30 sen dan 19,80 sen. Sedangkan level Support yang akan diuji jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 18,30  sen dan 17,20 sen.


Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center

Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here