Fokus Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi : Belanja Pemerintah dan Investasi

805

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2016 mencapai 4,92 persen. Secara umum, sektor industri pengolahan dan sektor jasa menjadi pendorong peningkatan kinerja pertumbuhan ekonomi triwulan I-2016.

Disamping itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh cukup kuat, didukung oleh proyek pembangunan infrastruktur yang masih berlangsung. Selain itu, konsumsi pemerintah juga tumbuh kuat, didukung oleh realisasi belanja pemerintah pada triwulan I-2016 yang mengalami peningkatan.

Demikian penjelasan Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menguraikan berbagai faktor pendorong pertumbuhan ekonomi tersebut dalam Rapat Kerja Pemerintah dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat pada Senin (6/6) di Jakarta.

Bagaimana untuk mencapai peningkatan pertumbuhan ekonomi kuartal berikutnya dan seterusnya dalam tahun 2016 ini?

Presiden Joko Widodo menegaskan untuk mencapai peningkatan pertumbuhan ekonomi maka ada 2 hal penting yang harus dilakukan yaitu dengan mendorong realisasi belanja pemerintah dan investasi. Untuk itu Presiden meminta agar kementerian/lembaga (K/L) dapat mempercepat realisasi belanjanya, sehingga pertumbuhan ekonomi domestik dapat tumbuh lebih tinggi.

Presiden mengingatkan seluruh menteri, bahwa kita memang sangat bergantung hanya pada dua hal sekarang ini. Pertama belanja pemerintah, yang kedua di investasi. “Trigger-nya ada di situ,” ujar Presiden Jokowi dalam pengantarnya pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/6) siang.

Kalau belanja pemerintah tidak segera, akan membuat pertumbuhan yang lebih lambat. Demikian juga jika tidak bisa didorong untuk cepat terealisasi, juga akan tidak  memberikan efek yang konkrit terhadap pertumbuhan.

“Sebetulnya pada awal-awal Januari (2016) atau akhir Desember (2015) sudah saya berikan peringatan-peringatan, agar belanja-belanja di kementerian dan lembaga itu didorong untuk bisa dipercepat. Tetapi dalam praktiknya saya melihat angka-angka yang ada di kementerian ini memang masih lambat,” jelasnya.

Selain belanja pemerintah, realisasi investasi juga perlu dipercepat agar dampak positifnya dapat langsung berimbas pada pertumbuhan ekonomi. Lebih lanjut Presiden menambahkan,  K/L harus dapat menarik sebanyak mungkin investasi untuk proyek-proyek yang dapat dikerjakan oleh swasta.


Doni/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here