Harga Gula ICE Capai 19 Sen Terpicu Gangguan Distribusi Brazil

720

Harga gula berjangka ICE berakhir naik pada akhir perdagangan bursa ICE Futures New York Rabu dini hari (08/06). Harga komoditas ini mengalami penguatan dipicu gangguan distribusi produksi gula di Brazil.

Kemacetan di pelabuhan Brazil yang menunda pengiriman gula akan mengirimkan harga yang lebih tinggi dalam beberapa bulan ke depan, menurut Tereos, produsen gula ketiga terbesar di negara ini.

Logistik adalah kelemahan terbesar Brazil, kata Alexis Duval, CEO Tereos, produsen gula terbesar di Perancis, yang mengatakan dalam sebuah wawancara di Paris Selasa.

Pada hari Senin, kapal sedang menunggu untuk memuat 1,85 juta metrik ton pemanis di produsen top dunia, Data SA Komoditas yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan.

Harga gula berjangka yang diperdagangkan di New York rally ke level tertinggi sejak 2013 minggu ini dengan kapal berbaris di pelabuhan Brazil memuat lebih dari dua kali lipat jumlah gula dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kemacetan telah muncul sebagai awal untuk panen tebu di negara ini bertepatan dengan tanaman kedelai besar.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Juli 2016 terpantau menguat. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup naik sebesar 0,22 sen atau setara dengan 1,17 persen pada posisi 19,00 sen per pon.

Lihat : Harga Gula ICE Capai Sesi Tertinggi 2,5 Tahun

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula berjangka di ICE Futures New York pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat terbatas dengan gangguan distribusi produksi gula. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Resistance pada posisi 19,50 sen dan 20,00 sen. Sedangkan level Support yang akan diuji jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 18,50  sen dan 18,00 sen.


Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center

Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here