Minyak Mentah Tertinggi 2016; Dollar AS Terendah Lima Minggu

297

Bursa Wall Street ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu, terdukung kenaikan harga minyak mentah dan kinerja positif saham-saham material dan industri. Indeks Dow Jones ditutup di atas level psikologis 18.000 untuk pertama kalinya sejak 27 April, naik 0,37 persen, di 18,005.05, dengan kenaikan tertinggi saham UnitedHealth. Indeks S & P 500 ditutup naik 0,33 persen, pada 2,119.12, dengan sektor industri memimpin delapan sektor yang lebih tinggi. Indeks Nasdaq ditutup naik 0,26 persen, pada 4,974.64.

Bursa Asia pagi ini bergerak mixed terpicu kenaikan bursa Wall Street. Terpantau Indeks Nikkei turun 0,40% pada 16.763,06 terpicu penguatan Yen. Indeks ASX 200 naik 0,23 % pada 5.382,40. Indeks Kospi turun 1,73% pada 2.025,35. Pasar di Tiongkok, Hong Kong dan Taiwan ditutup hari ini untuk Festival Perahu Naga.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS naik 1,7 persen pada 51,23 dollar per barel yang merupakan posisi tertinggi baru 2016, terdorong laporan penarikan persediaan minyak mentah mingguan EIA dan masih berlangsungnya serangan fasilitas minyak di Nigeria. Pada perdagangan selanjutnya harga minyak mentah berpotensi bergerak naik dengan sentiment penurunan produksi dan pelemahan dollar AS.

Sedangkan harga emas spot berakhir naik 1,1 persen pada 1,258.13 dollar per troy ons, ke dekat tiga minggu tertinggi pada akhir perdagangan hari Rabu, terpicu pelemahan dollar AS dengan memudarnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat. Pada perdagangan selanjutnya harga emas berpotensi naik dengan sentimen menurunnya harapan kenaikan suku bunga AS.

Dari pasar valas, Dolar AS jatuh ke lima-minggu terendah terhadap sekeranjang mata uang pada Rabu, dengan semakin memudarnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS setelah data pekejaan AS yang mengecewakan dan komentar dovish Ketua The Fed Janet Yellen. EURUSD naik 0.32% pada 1.1392. GBPUSD turun 0.28 % pada 1.4501.  USDJPY turun 0.34 %, pada 106.98. Semakin menurunnya ekpektasi kenaikan suku bunga AS bulan Juni dapat menjadi sentiment pelemahan dollar AS

Dari pasar modal Indonesia Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Rabu (08/06) berakhir turun 0,36 persen pada 4916.06. Pelemahan IHSG terdorong aksi profit taking yang dipicu kekuatiran pelemahan ekonomi Tiongkok. Secara fundamental indeks berpotensi menguat oleh perkembangan harga minyak mentah yang semakin melaju dan kondisi dollar AS yang terus melemah, sehingga arus modal asing masih akan ramaikan perdagangan hari ini. Demikian juga meningkatnya optimisme konsumen Indonesia dapat menjadi sentiment penguatan IHSG. Secara teknikal  pergerakan   IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 4869-4893 dan resisten 4940-4964. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini: BBTN, SRIL, SMRA dan JSMR.

Data indikator ekonomi yang perlu dicermati hari ini adalah Suku Bunga Korea Selatan, Inflation Rate Mei Tiongkok, Neraca Perdagangan Jerman, Inggris, Jobless Claim AS, juga data penjualan mobil Indonesia bulan Mei.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here