Harga CPO 10 Juni Terangkat Pelemahan Ringgit dan Penguatan Minyak Mentah

775

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan Jumat siang (10/06) terpantau naik. Penguatan harga CPO siang ini terpicu pelemahan nilai tukar Ringgit terhadap dollar AS dan kenaikan harga minyak mentah.

Pada siang ini terpantau dollar AS menguat terhadap Ringgit. Terpantau pasangan dollar AS-Malaysia Ringgit naik 0,73% pada 4.0745.

Pelemahan ringgit menjadikan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih murah bagi pembeli luar negeri sehingga permintaannya meningkat.

Kenaikan harga CPO juga didukung kenaikan minyak mentah pada sesi perdagangan Asia. Harga minyak mentah stabil pada awal perdagangan sesi Asia hari Jumat (10/06), didukung oleh permintaan yang kuat dan gangguan pasokan global, tapi dolar AS yang lebih kuat terus menekan harga minyak mentah keluar dari posisi tertinggi 2016 yang dicapai minggu ini.

Harga minyak mentah berjangka patokan Internasional Brent diperdagangkan pada $ 51,96 per barel pada 0101 GMT, naik 1 sen dari penutupan terakhir mereka. Sedangkan harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) flat di $ 50,56 per barel.

Lihat : Harga Minyak Mentah Stabil di Perdagangan Asia

Kenaikan harga minyak mentah menjadi dorongan sentimen positif yang mendorong harga CPO dalam trend menguat. Penguatan harga minyak mentah membuat bahan bakar alternatif seperti yang dibuat dari CPO meningkat permintaannya.

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini tampak mengalami kenaikan. Harga kontrak Agustus 2016 yang merupakan kontrak paling aktif menguat sebesar 11 ringgit dan diperdagangkan pada posisi 2.598 ringgit per ton.

Lihat : Harga CPO 9 Juni Bergerak Kuat Terdorong Kenaikan Minyak Mentah

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat dengan potensi pelemahan Ringgit dan kenaikan harga minyak mentah.

Harga CPO berjangka kontrak Juli 2016 di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level Resistance pada posisi 2.650 ringgit dan 2.700 ringgit. Sedangkan level Support yang akan dites jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 2.550 ringgit dan 2.500 ringgit.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here