Harga Gula ICE Naik Tertinggi 2,5 Tahun

834

Harga gula berjangka ICE berakhir naik tipis, mencapai puncak tertinggi lebih 2,5 tahun pada akhir perdagangan bursa ICE Futures New York Jumat dini hari (10/06). Harga komoditas ini mengalami penguatan dipicu kekuatiran cuaca beku di Brazil yang dapat menggangu produksi.

Perkiraan cuaca beku diperkirakan dapat merusak tanaman kopi di Brasil selatan, demikian layanan cuaca setempat Somar mengatakan, menambahkan akan ada gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana suhu rendah akan turun hari Jumat.

“Daerah-daerah yang disebutkan oleh Somar tidak di daerah pusat tebu,” kata James Kirkup, kepala pialang gula di ABN AMRO Markets. Kirkup mengatakan bahwa, setelah beberapa hari tanaman tebu tertekan di daerah pusat-selatan Brazil pada awal Juni karena hujan deras, perkiraan terbaru menunjukkan cuaca kering di hari mendatang dapat memberikan kondisi penghancurkan tebu yang membaik.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Juli 2016 terpantau menguat. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup naik sebesar 0,13 sen atau setara dengan 0,66 persen pada posisi 19,74 sen per pon.

Lihat : Harga Gula ICE Naik 3 Persen Terpicu Gangguan Cuaca Buruk

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula berjangka di ICE Futures New York pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat terbatas dengan kekuatiran gangguan produksi dan defisit produksi gula. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Resistance pada posisi 20,20 sen dan 20,70 sen. Sedangkan level Support yang akan diuji jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 19,20  sen dan 18,70 sen.


Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center

Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here