Pergerakan Saham BMRI Sepekan Bullish, Bersiap Koreksi

252

Jelang penutupan perdagangan saham  akhir pekan (10/6), saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berhasil bergerak positif setelah dibuka rebound yang banyak mendapat support dari investor asing. Secara teknikal pergerakan saham BMRI masih memberikan sinyal bullish, namun secara fundamental mendapat sedikit ganjalan. Pekan ini secara mingguan saham BMRI bergerak bullish dan pekan depan bersiap koreksi.

BMRI yang memiliki kinerja yang kurang mengesankan pada Q1 lalu, dalam 4 bulan pertama tahun ini mencatat kenaikan transaksi nasabah dengan kartu debit hingga 10,7% sebesar Rp17,6 triliun,sedangkan kartu kredit sebesar Rp9,6 triliun.

Kinerja keuangan perseroan pada Q1-2016 lebih rendah dari pencapaiaan laba bersih periode Q1-2015, dimana laba bersih 3 bulan pertama tahun 2016 hanya  sebesar Rp3,817 miliar sedangkan tahun sebelumnya  sebesar Rp5,138 miliar. Buruknya kinerja ini paling banyak disebabkan oleh membengkaknya biaya cadangan kredit dan beban-beban lainnya yang harus ditanggung perseroan, memangkas kenaikan pendapatan operasional.

Pendapatan operasi atau operating income BMRI periode tersebut mencapai Rp17,2 triliun atau meningkat Rp2,4 triliun dari periode tahun sebelumnya. Meningkatnya pendapatan paling banyak disupport oleh   pendapatan bunga bersih dan premi bersih mencapai Rp13,0 triliun dan selebihnya dari  fee based income. Biaya  provisi BMRI dalam 3 bulan itu meningkat sebesar 198,61 persen menjadi Rp 4,31 triliun, yang juga disertai buruk atau naiknya  rasio kredit bermasalah atau  NPL  dari 1,81 persen menjadi 2,89 persen.

Untuk pergerakan sahamnya di lantai perdagangan bursa saham hari Jumat (10/06), saham BMRI dibuka kuat pada posisi 9325 dan penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 9275. Volume perdagangan saham sudah   mencapai 78 ribu lot  saham dengan net buy asing mencapai Rp37 miliar.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BMRI perdagangan sebelumnya bearish  dengan indikator MA  bergerak turun   dan  indikator Stochastic bergerak turun masuk area tengah dari area jenuh beli.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak turun dengan  +DI yang  bergerak datar menunjukan pergerakan BMRI dalam potensi penguatan terbatas.  Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading berikutnya  pada target level support di level 9250 hingga target resistance di level 9400.

Lens Hu/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here