Poundsterling Sesi Asia 10 Juni Masih Rawan Diperdagangkan

250

Di tengah  perdagangan forex  sesi Asia hari jumat (10/06)   kurs poundsterling terpantau masih terpukul setelah 2 hari berturut anjlok parah oleh sentimen Brexit yang khawatirkan pasar keuangan kawasan Eropa. Belum ada sentimen yang kuat untuk mengangkat nilai piar meskipun dollar AS anjlok.

Hal tersebut sudah terjadi saat dollar AS anjlok parah hingga terjun ke posisi terendah dalam 5 minggu terhadap rival utamanya, kurs pound justru anjlok sendiri. Kondisi ini semakin suram setelah beberapa hari terakhir banyak diberitakan dukungan terhadap Brexit saat referendum tanggal 23 Juni nanti bertambah.

Data ekonomi yang positif juga tidak bisa mengubah posisi poundsterling yang terkurung dalam sentiemn Brexit. Kemarin sore kantor statistik nasional Inggris umumkan kinerja perdagangan luar negerinya yang cukup lumayan dengan penurunan defisit perdagangan oleh naiknya ekspor negara tersebut.

Pergerakan kurs poundsterling  di sesi Asia (03:10:35 GMT) bergerak lemas terhadap dollar AS,  setelah  dibuka lebih tinggi pada   1.4458 di   awal   perdagangan   (00.00 GMT),  kurs  pound turun 11 pips  atau 0,1%  dan nilai bergulir  berada pada 1.4447.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan sesi Amerika berakhir besok pagi, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair GBPUSD dapat turun lagi ke kisaran 1.4404-1.4351. Namun jika terjadi koreksi naik akan kembali menuju kisaran 1.4500.

Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here