Bursa Wall Street Mingguan Negatif, Kekuatiran Global dan Brexit Menekan

362

Bursa Saham AS ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan akhir pekan hari Jumat di AS, tertekan oleh sentimen negatif perkembangan ekonomi global dan investor mengkhawatirkan Brexit, apakah Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa atau tidak.

Kekuatiran perkembangan ekonomi global muncul dengana adanya sentimen negatif pasar saham global turun, dan yield 10-tahun di Jerman, Jepang dan Inggris semua mencapai rekor terendah, juga penurunan harga minyak mentah mencapai 3 persen.

Pasar Saham Asia dan Eropa berakhir di zona merah pada akhir perdagangan akhir pekan. Indeks utama rata-rata Eropa turun lebih dari 2 persen, dengan indeks DAX turun 2,5 persen dan Indeks Stoxx 600 Eropa Bank lebih dari 3,5 persen lebih rendah.

Yield 10-tahun Jerman mencapai terendah sepanjang sejarah pada 0,011 persen pada Jumat, turun tajam dari level Senin sekitar 0.070 persen. Yield 10 tahun Jepang mencapai rekor titik terendah negatif minus 0,13 persen.

Peluncuran program pembelian obligasi korporasi Bank Sentral Eropa awal pekan ini juga menjadi faktor di balik penurunan hasil selama beberapa hari terakhir

Yiekd 10-tahun Treasury AS mencapai 1,627 persen, terendah sejak 11 Februari, dan terakhir diperdagangkan di dekat 1,64 persen. Yield 2-tahun berada di dekat 0,73 persen, terendah sejak 12 Mei.

Harga minyak mentah berjangka AS beakhir turun $ 1,49, atau 2,95 persen, pada $ 49,07 per barel. Jumlah kilang minyak mingguan beringsut lebih tinggi untuk minggu kedua berturut-turut, menurut data Baker Hughes.

Bursa Saham AS jatuh ke posisi sesi terendah setelah jajak pendapat baru terkait Brexit dari The Independent menunjukkan yang “meninggalkan” Uni Eropa naik menjadi 55 persen responden, dibandingkan 45 persen yang tetap tinggal di Uni Eropa. Hasil ini menunjukkan porsi terbesar responden yang lebih memilih keluar sejak perusahaan riset ORB memulai polling ini tahun lalu, kata publikasi.

“Ini menekan pasar,” kata Andres Jaime, Strategist dunia FX dan tarif di Barclays. Euro dan sterling keduanya jatuh ke posisi terendah sesi terhadap dolar AS di tengah rilis sore setelah hasil jajak pendapat.

The Federal Reserve dijadwalkan bertemu pekan depan, sedangkan referendum Inggris minggu berikutnya pada 23 Juni pada apakah untuk meninggalkan Uni Eropa atau tidak.

Indeks dolar AS naik lebih dari setengah persen, dengan euro dekat $ 1,126 dan yen dekat ¥ 106,7 terhadap greenback. Sterling mencapai $ 1,418, terendah terhadap dolar sejak pertengahan April.

Dalam berita ekonomi, pembacaan awal pada sentimen konsumen untuk bulan Juni adalah 94,3, sentuhan yang lebih rendah dari pembacaan akhir Mei untuk 94,7.

Lihat : Wall Street Ditutup Anjlok, Dollar Menguat, Minyak Turun Lagi

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup 119,85 poin lebih rendah, atau 0,67 persen, di 17,865.34, dengan saham Goldman Sachs saham yang turun tertinggi dan saham Verizon yang naik tertinggi.

Indeks Dow Jones jatuh 0,67 persen untuk seminggu, dengan Goldman Sachs pemain terburuk dan Verizon yang terbaik.

Indeks S & P 500 ditutup turun 19,41 poin, atau 0,92 persen, pada 2,096.07, dengan sektor energi dan keuangan memimpin delapan sektor yang lebih rendah dan hanya sektor telekomunikasi dan konsumen yang naik.

Indeks S & P kehilangan 0,92 persen untuk seminggu, dengan sektor keuangan pemain terburuk dan sektor telekomunikasi yang terbaik.

Indeks Nasdaq ditutup turun 64,07 poin, atau 1,29 persen, pada 4,894.55.

Indeks Nasdaq turun 1,29 persen untuk seminggu. Saham Apple naik 0,9 persen untuk minggu ini, sementara iShares Nasdaq Bioteknologi ETF (IBB) turun 5 persen.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Wall Street akan mencermati pergerakan harga minyak mentah, bursa global dan perkembangan Brexit, selain mencermati perkembangan ekonomi domestik dan keputusan suku bunga AS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here