IHSG 13 Juni Dibuka Negatif Tertekan Pelemahan Bursa Global

595

Indeks Harga Saham Gabungan pada awal perdagangan awal pekan Senin (13/06) dibuka turun -11,81 poin atau -0,24 persen pada 4836,24. Pelemahan IHSG terpicu pelemahan bursa global.

Bursa Saham AS ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan akhir pekan hari Jumat di AS, tertekan oleh sentimen negatif perkembangan ekonomi global dan investor memandang ke depan untuk Brexit, apakah Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa atau tidak. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup 119,85 poin lebih rendah, atau 0,67 persen, di 17,865.34. Indeks S & P 500 ditutup turun 19,41 poin, atau 0,92 persen, pada 2,096.07. Indeks Nasdaq ditutup turun 64,07 poin, atau 1,29 persen, pada 4,894.55.

Lihat : Bursa Wall Street Mingguan Negatif, Kekuatiran Global dan Brexit Menekan

Demikian juga Pasar Saham Eropa ditutup melemah tajam pada akhir perdagangan akhir pekan pada hari Jumat, tertekan penurunan harga minyak mentah dan kekhawatiran pertumbuhan ekonomi.

Indeks STOXX 600 Pan Eropa ditutup 2,3 persen lebih rendah, dengan semua sektor membukukan kerugian tajam. Indeks turun 2,4 persen pada pekan ini.

Lihat : Bursa Eropa Akhir Pekan Anjlok; Mingguan Turun 2 Persen

Sementaraitu pagi ini juga terpantau bursa Asia melemah. Semua indeks utama kawasan Asia berada di zona merah.

IHSG pada awal perdagangan pagi ini tertekan oleh semua sektor yang berada di zona negatif dengan pelemahan tertinggi sektor Pertambangan yang turun -1,03%. Pada pagi ini tercatat 30 saham menguat, sedangkan 115 saham melemah. Sampai saat ini terjadi transaksi perdagangan sebanyak lebih 804 juta saham dengan nilai mencapai lebih 241 miliar, dengan frekuensi perdagangan sebanyak lebih 15.700 kali.

Lihat : Rekomendasi Saham-saham Unggulan, Senin 13 Juni 2016

Pagi ini terjadi aksi profit taking investor asing. Terpantau pagi ini dana asing yang keluar pasar modal mencapai Rp. 3,49 miliar.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG berpotensi melemah terbatas terpicu pelemahan bursa global, namun diharapkan ada faktor pendorong optimisme ekonomi Indonesia yang membantu penguatan IHSG. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4797-4765, dan kisaran Resistance 4858-4890.


Freddy/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center

Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here