Market Outlook 13 – 17 June 2016

524

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau gagal bertahan di level 4900’an karena tekanan aksi profit taking pelaku pasar setelah rally dalam dua minggu sebelumnya, sehingga secara mingguan bursa ditutup terkoreksi ke level 4,848.06, setelah sempat menyentuh level tinggi intraday 4940. Untuk minggu berikutnya ini (13-17 Juni) IHSG kemungkinan akan lebih berfluktuatif dengan banyaknya rilis data ekonomi global namun masih berpotensi kembali lagi menuju level 4900’an setelah koreksi tajam. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 4940 dan 4990, sedangkan support di level 4790 dan kemudian 4690.

Mata uang rupiah seminggu lalu terlihat masih relatif gagah terhadap dollar yang sempat rebound di akhir pekan pasar global, di mana secara mingguan rupiah menguat ke level 13,290. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,695 dan 13,805, sementara support di level 13,230 dan 13,075.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting, termasuk pengumuman suku bunga the Fed dan bank sentral Inggris. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Core Retail Sales m/m pada Selasa malam; dilanjutkan dengan rilis Crude Oil Inventories pada Rabu malam; bersambung dengan pengumuman Federal Funds Rate pada Kamis dini hari yang diperkirakan masih bertahan di level 0.50%; kemudian data tenaga kerja Unemployment Claims, Core CPI m/m, dan Philly Fed Manufacturing Index pada Kamis malam; diakhiri dengan rilis Building Permits pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data CPI y/y Inggris pada Selasa sore; diteruskan dengan rilis Claimant Count Change pada Rabu sore; berlanjut dengan pengumuman Official Bank Rate Bank of England pada Kamis sore yang diperkirakan bertahan di level 0.50%.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Industrial Production y/y China pada Senin pagi; dan pengumuman BI Rate pada Kamis siang yang diperkirakan bertahan di level 6.75%.


Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terlihat menguat kembali setelah bursa global cenderung terkikis yang menaikkan permintaan atas dollar sebagai safe haven, di mana secara mingguan index dollar AS terpantau naik ke level 94.630. Sementara itu, pekan lalu euro dollar terpantau melemah ke level 1.1252. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.1100 dan 1.0820 sementara resistance pada 1.1416 dan kemudian 1.1620.

Poundsterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.4259 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level support pada 1.4180 dan kemudian 1.4010, sedangkan resistance pada 1.4770 dan 1.4805. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat terbatas ke level 106.78. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 111.90 dan 114.90, serta support pada 105.20 serta level 101.10. Sementara itu, Aussie dollar terpantau naik tipis ke level 0.7376. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.7140 dan 0.6975, sementara resistance level di 0.7505 dan 0.7720.


Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum mixed sementara penguatan dollar dan penurunan harga komoditas di akhir minggu telah menekan bursa pada akhir pekan. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau mengalami pelemahan terbatas ke level 16601. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 17620 dan 18570, sementara support pada level 15940 dan lalu 15475. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 21042. Minggu ini akan berada antara level resistance di 21645 dan 22200, sementara support di 19600 dan 18875.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau agak mixed terutama di akhir minggu tergerus oleh kekuatiran akan pertumbuhan ekonomi global dan perkembangan pasar Eropa. Dow Jones Industrial secara mingguan menguat terbatas ke level 17,862.05, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 18166 dan 18350, sementara support di level 17658 dan 17325. Index S&P 500 minggu lalu melemah tipis ke level 2,091.25 dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2120 dan 2135, sementara support pada level 2025 dan 2001.


Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menguat lagi di minggunya yang ketiga oleh meningkatnya permintaan safe haven assets, sehingga berakhir dalam harga emas dunia yang menguat ke level $1274.35 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1290 dan berikut $1307, serta support pada $1200 dan $1125. Di Indonesia, harga emas terpantau menanjak ke level Rp545,636.

Apa yang terjadi di pasar global ternyata memiliki kaitan yang erat dengan dinamika pasar domestik. Volatilitas pasar investasi global jelas berpengaruh di sini. Investor lokal dituntut memiliki juga pengetahuan akan situasi pasar dunia dengan jeli dari waktu ke waktu. Hal ini, untuk sebagian investor awam, tidak mudah dipahami. Memang pasar internasional bukan perkara mudah untuk dimengerti. Diperlukan pengenalan pasar yang secara konsisten harus di-monitor terus. Di sinilah kelebihan dari vibiznews.com sebagai satu-satunya media investasi online lokal dengan coverage global secara intense. Anda cukup tinggal mengikuti ulasan berita,  analisis dan rekomendasi instan kami. Jadi mudah bukan? Terima kasih bagi Anda yang telah setia bersama kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

alfredBy Alfred Pakasi ,

CEO Vibiz Consulting
Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here