Indeks Shanghai 14 Juni Berawal Naik Turun Terpengaruh Kekuatiran Ekonomi

383
shanghai index

Mengawali perdagangan saham di bursa Tiongkok Selasa (14/06), Indeks Shanghai dibuka bergerak naik turun, saat ini terpantau naik tipis 3,60 poin atau 0,13 persen pada 2836.67. Naik turunnya Indeks Shanghai terpicu kekuatiran ekonomi Tiongkok.

Lihat : Indeks Shanghai Mingguan Turun Tipis; Sentimen Penguat Dinantikan

Data ekonomi yang dirilis kemarin memberikan gambaran kekautiran ekonomi Tiongkok.

Investasi asing langsung (FDI) ke Tiongkok turun 1 persen secara tahunan menjadi 8,9 miliar dolar AS pada bulan Mei, demikian Departemen Perdagangan Tiongkok mengatakan Minggu (12/06). Hal ini dibandingkan dengan kenaikan 6 persen pada bulan April

Selama lima bulan pertama, FDI, yang tidak termasuk investasi di sektor keuangan, naik 3,8 persen dari tahun sebelumnya menjadi 54,2 miliar dolar, dengan pertumbuhan melambat dari 4,8 persen yang terdaftar pada periode Januari-April, kata kementerian itu.

Lihat : Investasi Asing Tiongkok Mei Menurun, Tertinggi dari AS

Data ekonomi Tiongkok yang dirilis pagi ini kurang menggembirakan. Produksi industri Tiongkok stabil, sama dengan yang diperkirakan pada bulan Mei, sementara penjualan ritel dan investasi perkotaan melambat secara mengejutkan, meningkatkan keraguan tentang apakah negara ekonomi terbesar kedua di dunia ini bisa stabil setelah kuartal pertama mengecewakan.

Sementara itu, pertumbuhan investasi aset tetap Tiongkok melambat tajam menjadi 9,6% per tahun pada bulan Januari untuk periode Mei menyusul pembacaan awal 10,5% dalam empat bulan hingga April. Perkiraan median ekonom memperkirakan peningkatan 10,5% per tahun.

Lihat : Produksi Industri Tiongkok Stabil; Penjualan Ritel dan Investasi Aset Tetap Mengecewakan

Namun ada juga hasil positif dengan meningkatnya pendapatan fiskal Tiongkok.

endapatan fiskal Tiongkok naik 7,3 persen dari tahun sebelumnya menjadi 1,546 triliun yuan (234,8 miliar dolar AS) pada Mei, demikian data dari Departemen Keuangan menunjukkan, Senin (13/06).

Pertumbuhan pendapatan turun dari kenaikan 14,4 persen yang dibukukan untuk April.

Kementerian itu memperkirakan pertumbuhan pendapatan akan lebih dipengaruhi oleh kebijakan di bulan-bulan berikutnya sebagai tekanan ke bawah pada pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang berlanjut.

Lihat : Pendapatan Fiskal Tiongkok Mei Naik 7,3 Persen

Investor menunggu data ekonomi Tiongkok Mei untuk petunjuk tentang apakah ekonomi mulai stabil. Data Maret cukup menggembirakan, tapi indikator ekonomi April dan survei aktivitas bisnis Mei telah menggambarkan hasil yang lebih lemah.

Pada perdagangan Selasa, bursa Tiongkok akan mencermati data New Yuan Loans Mei diindikasikan meningkat dari hasil sebelumnya.

Akhir pekan kemarin IMF juga memperingatkan Tiongkok akan lonjakan utang dapat membahayakan ekonomi Tiongkok dan global.

Melonjaknya utang perusahaan adalah masalah serius dan memburuk di Tiongkok yang perlu ditangani dengan cepat jika pemerintah Beijing ingin menghindari risiko sistemik potensial untuk dirinya sendiri dan ekonomi global, demikian peringatan pejabat senior Dana Moneter Internasional (IMF).

Sementara total utang Tiongkok dari sekitar 225% dari produk domestik bruto tidak terlalu tinggi dengan standar global, utang korporasi sekitar 145% dari GDP adalah tinggi dengan ukuran apa pun, kata IMF.

“Lonjakan utang perusahaan adalah garis kunci kesalahan dalam perekonomian Tiongkok,” David Lipton, wakil direktur pertama IMF, mengatakan pada konferensi di Tiongkok, Sabtu (11/06). “Utang Perusahaan tetap serius dan tumbuh, ini masalah yang harus segera diatasi dan dengan komitmen melalui reformasi yang serius.”

Lihat : Peringatan IMF : Lonjakan Utang Membahayakan Ekonomi Tiongkok dan Global

Namun kerugian dibatasi oleh meningkatnya harapan bahwa MSCI akan memasukkan saham Tiongkok di indeks pasar yang sedang berkembang dalam keputusan minggu depan, yang bisa memicu aksi beli asing.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pada perdagangan selanjutnya indeks Shanghai berpotensi melemah terbatas dengan dibayangi kekuatiran ekonomi Tiongkok dan masih dinantikannya stimulus yang diberikan pemerintah Beijing untuk penguatan ekonomi Tiongkok. Indeks akan bergerak pada kisaran Support menembus level 2732-2616 dan jika harga menguat akan mencoba menembus level Resistance pada 2974-3098.


Doni/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here