BBTN Revaluasi Aset Dapat Surplus 2.9 Triliun, Sahamnya Rebound

355

Setelah alami tekanan jual 3 hari berturut,  saham PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN)  masih terus dihajar investor asing  hingga perdagangan sesi kedua hari ini (15/6). Namun meski investor asing tarik modalnya sebesar Rp4 triliun, saham berusaha rebound oleh dukungan investor lokal sebagai aksi bargain hunting.

BBTN yang alami peningkatan kinerja keuangan pada kuartal pertama lalu melaporkan mendapatkan surplus hingga Rp2 triliun lebih dari revaluasi aset tanah yang dikerjakan perseroan pada tanggal 13 April lalu. Setelah dilakukan revaluasi, aset yang tadinya memiliki nilai buku sebesar Rp537,5  miliar menjadi  Rp3,58  triliun.

Untuk kinerja keuangannya terakhir, dalam kuartal pertama tahun ini keuntungan yang diterima BBTN alami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015, laba bersih Q1-2016 mencapai Rp491 miliar sedangkan periode Q1-2015 hanya Rp402 miliar. Kinerja ini didukung oleh kenaikan pendapatan bunga bersih BBTN dari Rp1,5 triliun tahun 2015 menjadi Rp1,8 triliun periode Q1-2016.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (15/6) saham BBTN dibuka pada level 1630 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level sama. Hari ini  asing cukup banyak jual saham BBTN  dengan volume perdagangan saham sudah mencapai 57 ribu lot saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BBTN sebelumnya bergerak  bearish  dengan  indikator MA  bergerak turun dan indikator Stochastic   konsolidasi   pada area jenuh jualnya. Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik sedikit  dengan +DI   bergerak datar juga menunjukkan kekuatan saham terbatas. Namun dengan kondisi  fundamentalnya, diprediksi laju BBTN   hari ini  pada target level support di level 1615  hingga target resistance di level 1650.

Lens Hu/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here