Dollar AS Sesi Eropa 15 Juni Terpukul Sentimen Fed Rate

237

Pergerakan nilai tukar dollar AS hingga perdagangan forex sesi Eropa hari ketiga pekan ini (15/6) berbalik arah dari awal perdagangan yang sempat menguat. Pasar sangat yakin Federal Reserve tidak akan mengubah suku bunganya yang sudah dinaikkan pada bulan Desember lalu merespon kinerja pasar tenaga kerja negeri tersebut dan kondisi global yang menyuramkan., sehingga dollar mendapat tekanan jual kuat jelang pengumuman penting tersebut.

Ekspektasi pasar untuk Fed rate yang jauh dari kenaikan lanjutan, membuat pasar keuangan yang tidak kondusif sejak awal pekan cerah kembali sejak akhir perdagangan sesi Asia tadi. Terpantau bursa saham Asia ditutup hijau dan  pembukaan bursa saham Eropa sore ini sangat cerah sekali alias menguat.

Pada sesi Eropa sore ini dollar melemah terhadap semua rival utamanya, termasuk dengan poundsterling yang telah terjungkal sebelumnya ke jurang pelemahan 3 tahun terhadap yen. Demikian juga dengan kurs komoditas semuanya berhasil rebound setelah harga minyak mentah alami kenaikan harga pertama kalinya dalam 4 hari perdagangan terakhir.

Kurs pound dan euro selain menguat karena sentimen Fed rate yang akan diumumkan malam nanti oleh Janet yellen juga diperkuat oleh beberapa rilis data ekonomi seperti data tingkat pengangguran Inggris yang menurun.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama perdagangan sesi Amerika sore  ini  turun kembali hingga  0,2 persen setelah dibuka pada posisi 94,91  dan bergulir pada posisi 94,78. Perdagangan sebelumnya indeks dollar AS menguat   hingga  0,7 persen.

Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here