Kurs Euro Sesi Asia 15 Juni Masih Terpukul Kondisi di Eropa

292

Suramnya kondisi pasar keuangan di kawasan Eropa beberapa hari terakhir merespon beberapa sentimen membuat nilai tukar euro terhadap banyak rivalnya masih melemah. Terhadap dollar AS euro jatuh ke posisi terendah 9 hari perdagangan sedangkan terhadap yen jatuh ke posisi 3 tahun terendah. Sentimen Brexit di Inggris dan anjloknya nilai imbal hasil atau yield obligasi Jerman menjadi penghambat euro meski secara teknikal berpotensi rebound.

Kedua sentimen diatas mengalahkan sentimen positif dari rilis data ekonomi yang positif sejak awal pekan. Kemarin rcukup banyak rilis data eonomi yang positif dimana salah satunya meningkatnya data produksi industri dan mantapnya penambahan tenaga kerja kawasan tersebut. Hari ini tidak banyak data yang dicermati pasar, dikarenakan hanya rilis data neraca perdagangan luar negeri Jerman.

Sehingga untuk pergerakan pair EURUSD hari ini akan fokus pada hasil pertemuan FOMC selama 2 hari pekan ini. Banyak pelaku pasar mengharapkan hasil pertemuan Fed tersebut memberikan sinyal positif untuk kenaikan suku bunga lanjutan meski hari ini dipastikan bank sentral itu belum menaikkan suku bunganya.

Pergerakan kurs euro di sesi Asia (03:00:35 GMT) bergerak negatif terhadap dollar AS,  setelah  dibuka lebih rendah  dari perdagangan sebelumnya pada   1.1208  di   awal   perdagangan   (00.00 GMT),  kurs  Euro turun 5 pips  atau 0,03%  dan nilai bergulir  berada pada 1.1203.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan sesi Amerika berakhir besok pagi, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair EURUSD dapat naik ke kisaran   1.1227-1.1258 jika  koreksi turun  tidak sampai kisaran  1.1164.

Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here