BI Pangkas Suku Bunga 25 bps untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

462

Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan saat ini dan masa depan sebesar 25 basis poin pada hari Kamis (16/06), dalam sebuah langkah mengejutkan yang bertujuan menghidupkan kembali ekonomi negara terbesar di Asia Tenggara ini.

Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 12-bulan sebesar 25 basis poin menjadi 6,50 persen. Bank Indonesia juga memutuskan BI 7-day (Reverse) Repo Rate turun 25 bps dari 5,50% menjadi sebesar 5,25% sejalan dengan rencana reformulasi suku bunga kebijakan yang telah diumumkan pada 15 April 2016. Bank sentral akan sepenuhnya beralih ke patokan baru mulai 19 Agustus.

Untuk tarif operasi moneter lainnya, BI juga memotong tarif deposit dan fasilitas pinjaman sebesar 25 basis poin, masing-masing  menjadi 4,50 persen dan 7,00 persen.

Seperti yang dijelaskan dalam website Bank Indonesia, di bidang makroprudensial, Bank Indonesia melakukan pelonggaran kebijakan makroprudensial dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian , melalui : (i) Relaksasi ketentuan Loan to Value Ratio (LTV) dan Financing to Value Ratio (FTV) kredit/pembiayaan properti untuk Rumah Tapak, Rumah Susun, dan Ruko/Rukan sebagaimana terlampir, dan (ii) Memperlonggar kredit/pembiayaan melalui mekanisme inden dengan pengaturan pencairan kredit/pembiayaan bertahap sesuai progress pembangunan untuk Rumah Tapak, Rumah Susun, dan Ruko/Rukan sampai dengan fasilitas kredit/pembiayaan kedua.

Selain itu, untuk mendorong kredit perbankan, Bank Indonesia juga menaikkan batas bawah Loan to Financing Ratio terkait Giro Wajib Minimum (GWM-LFR) dari 78% menjadi 80%, dengan batas atas tetap sebesar 92%. Ketentuan di bidang makroprudensial tersebut mulai diberlakukan pada Agustus 2016.

Bauran kebijakan tersebut sejalan dengan asesmen Dewan Gubernur Bank Indonesia bahwa stabilitas makroekonomi terus berlanjut, yang tercermin dari inflasi yang rendah, defisit transaksi berjalan yang terkendali, dan nilai tukar yang relatif stabil.

Bauran kebijakan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat upaya untuk meningkatkan permintaan domestik guna terus mendorong momentum pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi, di tengah masih lemahnya perekonomian global.

Bank Indonesia meyakini bahwa pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial akan memperkuat kebijakan yang ditempuh Pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui penguatan stimulus pertumbuhan dan percepatan implementasi reformasi struktural.

Dari 19 analis yang disurvei oleh Reuters, 13 memperkirakan BI untuk menahan suku bunga acuan sementara enam memperkirakan pemotongan 25 basis poin. Langkah ini, datang setelah Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga tidak berubah.

Bank Indonesia kini telah memangkas suku bunga acuan empat kali tahun ini untuk mencoba untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Doni/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here