Harga CPO 16 Juni Ditenggelamkan Ringgit Kuat dan Minyak Mentah Lemah

318

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan Kamis siang (16/06) terpantau turun. Pelemahan harga CPO siang ini terpicu menguatnya nilai tukar Ringgit terhadap dollar AS dan pelemahan harga minyak mentah.

Pada siang ini terpantau dollar AS melemah terhadap Ringgit. Terpantau kurs pasangan dollar AS-Ringgit, turun -0,26% pada 4.0872.

Penguatan Ringgit terjadi setelah dollar AS melemah. Indeks Dollar AS berakhir turun 0,34 persen pada 94.59 terhadap sekeranjang mata uang utama dunia. Pelemahan dollar AS terjadi setelah The Fed AS mempertahankan suku bunga AS tetap semalam.

Lihat : The Fed Pertahankan Suku Bunga AS Tetap, Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Penguatan Ringgit menjadikan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli luar negeri sehingga permintaannya menurun.

Lihat : Harga CPO 15 Juni Tergerus Kekuatan Ringgit dan Lemahnya Minyak Mentah

Harga minyak mentah turun di perdagangan Asia Kamis pagi (16/06), menuju hari keenam penurunan, menyusul penarikan yang lebih rendah dari yang diperkirakan pada persediaan AS dan di tengah kekhawatiran Inggris akan meninggalkan Uni Eropa.

Harga minyak mentah berjangka AS turun 39 sen, atau hampir 1 persen, di $ 47,62 per barel pada 0142 GMT.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent turun 34 sen, atau 0,7 persen, lebih rendah pada $ 48,63 per barel.

Lihat : Harga Minyak Mentah Sesi Asia Turun 1 Persen Tertekan Kekuatiran Brexit

Penurunan harga minyak mentah menjadi pemicu sentimen negatif yang membuat harga CPO dalam trend melemah. Pelemahan harga minyak mentah membuat bahan bakar alternatif seperti yang dibuat dari CPO menurun permintaannya.

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini tampak mengalami pelemahan Harga kontrak September 2016 yang merupakan kontrak paling aktif melemah sebesar 34 ringgit dan diperdagangkan pada posisi 2.426 ringgit per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya berpotensi turun dengan potensi penguatan Ringgit dan pelemahan minyak mentah. Pergerakan harga juga bisa dipengaruhi oleh kondisi permintaan dan pasokan global.

Harga CPO berjangka kontrak September 2016 di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level Support pada posisi 2.380 ringgit dan 2.330 ringgit. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi penguatan ada pada posisi 2.480 ringgit dan 2.530 ringgit.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here