Harga Karet Tocom 16 Juni Berakhir Turun Tergerus Penguatan Yen dan Pelemahan Minyak Mentah

355

Harga karet alami berjangka Tocom pada penutupan perdagangan Kamis siang (16/06) berakhir turun. Pelemahan harga karet Tocom terpicu penguatan Yen dan pelemahan minyak mentah.

Mata uang Yen Jepang terpantau mengalami penguatan. Pasangan kurs USDJPY melemah -1,75 persen pada 104.15.

Pelemahan Yen terjadi setelah dollar AS melemah dengan keputusan The Fed mempertahankan suku bunga AS tetap.

The Federal Reserve mempertahankan suku bunga AS tidak berubah pada Rabu (16/06) dan mengisyaratkan masih ada rencana dua kenaikan lagi tahun ini.

Bahkan tahun ini proyeksi suku bunga kurang aman dari sebelumnya. Enam dari 17 perkiraan individu Fed dari gubernur dan presiden Fed regional memproyeksikan hanya satu kenaikan tahun ini.

Bank sentral AS menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk 2016 menjadi 2,0 persen dari 2,2 persen dan prospek untuk 2.017 menjadi 2,0 persen dari 2,1 persen.

Lihat : The Fed Pertahankan Suku Bunga AS Tetap, Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Penguatan Yen juga terjadi setelah Bank of Japan menahan stimulus moneternya.

Bank of Japan menahan perluasan stimulus moneter dengan Gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda dan dewan kebijakan terus mengukur dampak ekonomi dari kebijakan tingkat negatif yang tidak populer mereka menjelang pemilu bulan depan.

Dengan ketidakpastian prospek pasar global, juga memberikan alasan BOJ mempertahankan suku bunga utamanya pada minus 0,1 persen dan melanjutkan target tahunan untuk memperluas basis moneter pada 80 triliun yen ($ 764 miliar). Sekitar 28 persen dari ekonom dalam survei Bloomberg memperkirakan pelonggaran tambahan pada pertemuan ini, dengan 55 persen mmeperkirakan untuk pertemuan berikutnya pada 29 Juli, ketika BOJ akan memperbarui proyeksi inflasi.

Lihat : BOJ Menahan Perluasan Stimulus Moneter, Suku Bunga Tetap -0,1 Persen

Kenaikan nilai tukar yen Jepang membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya permintaan akan komoditas ini mengalami penurunan.

Sementara itu, harga minyak mentah turun di perdagangan Asia Kamis pagi (16/06), menuju hari keenam penurunan, menyusul penarikan yang lebih rendah dari yang diperkirakan pada persediaan AS dan di tengah kekhawatiran Inggris akan meninggalkan Uni Eropa.

Harga minyak mentah berjangka AS turun 39 sen, atau hampir 1 persen, di $ 47,62 per barel pada 0142 GMT.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent turun 34 sen, atau 0,7 persen, lebih rendah pada $ 48,63 per barel.

Lihat : Harga Minyak Mentah Sesi Asia Turun 1 Persen Tertekan Kekuatiran Brexit

Pelemahan harga minyak mentah membuat biaya produksi karet sintetis menjadi lebih murah. Dampaknya permintaan terhadap komoditas karet alami seperti yang diperdagangkan di Tocom mengalami penurunan.

Pada perdagangan siang ini, harga karet berjangka untuk kontrak paling aktif di bursa komoditas Tokyo yaitu kontrak bulan November 2016 berakhir melemah sebesar -2,0 yen menjadi 147,9 yen per kilogram, turun dari penutupan sebelumnya pada 149,9 yen per kilogram.

Lihat : Harga Karet Tocom 15 Juni Bergerak Naik Terbantu Pelemahan Yen

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga karet berjangka Tocom pada perdagangan selanjutnya masih berpotensi alami tekanan dipengaruhi oleh potensi penguatan yen Jepang.

Harga komoditas karet berjangka di bursa Tocom akan mengetes level Support di 143,00 yen dan 138,00 yen. Harga akan menemui Resistance pada level 153,00 dan 158,00 yen jika harga berbalik ke teritori positif.

 
Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center

Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here