IHSG 16 Juni Sesi 1 Turun Tipis Mengabaikan Penguatan Rupiah

300

Memasuki sesi 1 perdagangan IHSG Kamis (16/06), IHSG turun 2,74 poin atau 0,06% pada 4812,06. Pelemahan IHSG terdorong aksi profit taking investor asing lanjutan yang dipicu pelemahan Wall Street dan penurunan harga minyak mentah, juga keputusan Bank of Japan menahan perluasan stimulus moneternya.

Bursa Saham AS berakhir rendah pada akhir perdagangan Rabu di AS, setelah pertemuan Federal Reserve AS dan pelemahan minyak mentah. Indeks Dow Jones ditutup turun 0,20 persen, di 17,640.17, dengan penurunan tertinggi saham Intel. Indeks S & P 500 ditutup turun 0,18 persen, pada 2,071.50, dengan sektor utilitas memimpin enam sektor yang lebih rendah. Indeks Nasdaq ditutup turun 0,18 persen, pada 4,834.93.

Lihat : Bursa Wall Street Negatif Setelah Keputusan Fed dan Pelemahan Minyak Mentah

Harga minyak mentah turun di perdagangan Asia Kamis pagi (16/06), menuju hari keenam penurunan, menyusul penarikan yang lebih rendah dari yang diperkirakan pada persediaan AS dan di tengah kekhawatiran Inggris akan meninggalkan Uni Eropa.

Harga minyak mentah berjangka AS turun 39 sen, atau hampir 1 persen, di $ 47,62 per barel pada 0142 GMT.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent turun 34 sen, atau 0,7 persen, lebih rendah pada $ 48,63 per barel.

Lihat : Harga Minyak Mentah Sesi Asia Turun 1 Persen Tertekan Kekuatiran Brexit

Bank of Japan menahan perluasan stimulus moneter dengan Gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda dan dewan kebijakan terus mengukur dampak ekonomi dari kebijakan tingkat negatif yang tidak populer mereka menjelang pemilu bulan depan.

Dengan ketidakpastian prospek pasar global, juga memberikan alasan BOJ mempertahankan suku bunga utamanya pada minus 0,1 persen dan melanjutkan target tahunan untuk memperluas basis moneter pada 80 triliun yen ($ 764 miliar). Sekitar 28 persen dari ekonom dalam survei Bloomberg memperkirakan pelonggaran tambahan pada pertemuan ini, dengan 55 persen mmeperkirakan untuk pertemuan berikutnya pada 29 Juli, ketika BOJ akan memperbarui proyeksi inflasi.

Lihat : BOJ Menahan Perluasan Stimulus Moneter, Suku Bunga Tetap -0,1 Persen

IHSG siang ini tertekan oleh 5 sektor yang negatif, dengan pelemahan tertinggi pada sektor Aneka Industri yang turun sebesar -2,11%. Pada sesi 1 siang ini tercatat 106 saham menguat, sedangkan 149 saham melemah. Sampai siang ini terjadi transaksi perdagangan sebanyak 2,99 miliar saham dengan nilai mencapai 2,41 triliun, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 122.054 kali.

Lihat : IHSG 16 Juni Dibuka Naik Setelah Keputusan Suku Bunga AS Tetap

Siang ini aksi profit taking investor asing terjadi. Terpantau siang ini dana asing yang keluar pasar modal mencapai Rp. 5,90 triliun.

Siang ini terpantau Rupiah menguat tipis. Pasangan kurs USDIDR melemah 0,33 persen pada 13,311.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG berpotensi menguat terbatas dengan penguatan Rupiah setelah The Fed AS mempertahankan suku bunga tetap. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4779-4747, dan kisaran Resistance 4844-4876.

Freddy/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here