Keputusan Suku Bunga Tetap AS dan Brexit Menjadi Penggerak Pasar

301

Breaking News pagi ini adalah keputusan The Federal Reserve AS yang mempertahankan suku bunga tidak berubah semalam dan mengisyaratkan masih ada rencana dua kenaikan lagi tahun ini. Penundaan suku bunga AS dengan pertimbangan pelemahan data pekerjaan AS bulan Mei dan kekuatiran Brexit. Bank sentral AS juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk 2016 menjadi 2,0 persen dari 2,2 persen dan prospek untuk 2.017 menjadi 2,0 persen dari 2,1 persen.

Bursa Saham AS berakhir rendah pada akhir perdagangan Rabu di AS, setelah pertemuan Federal Reserve AS dan pelemahan minyak mentah. Indeks Dow Jones ditutup turun 0,20 persen, di 17,640.17, dengan penurunan tertinggi saham Intel. Indeks S & P 500 ditutup turun 0,18 persen, pada 2,071.50, dengan sektor utilitas memimpin enam sektor yang lebih rendah. Indeks Nasdaq ditutup turun 0,18 persen, pada 4,834.93.

Bursa Asia pagi ini dibuka mixed setelah keputusan suku bunga AS tidak berubah. Terpantau Indeks Nikkei turun 0,62% pada 15.820,53 tertekan penguatan Yen. Indeks ASX 200 naik 0,97 % pada 5.196,90. Indeks Kospi naik 0,09% pada 1.970,56.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS turun 1 persen, di 48,01 dollar per barel tertekan kekuatiran Brexit, yaitu Inggris akan meninggalkan Uni Eropa. Pada perdagangan selanjutnya harga minyak mentah berpotensi bergerak turun dengan sentimen kekuatiran Brexit juga jika penguatan dollar AS berlanjut.  Sedangkan harga emas spot berakhir naik 0,54 persen pada 1,291.91 per troy ons. Bahkan harga Emas berjangka AS sempat mencapai level psikologis kunci pada $ 1.300 per ons pada perdagangan Rabu kemarin. Kenaikan harga emas terjadi setelah Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan Juni. Pada perdagangan selanjutnya harga emas harga emas berpotensi naik dengan keputusan suku bunga tetap AS dan kekuatiran Brexit yang meningkatkan permintaan safe haven.

Dari pasar valas, Dolar AS menambahkan pelemahan sebelumnya pada hari Rabu setelah Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga tidak berubah, seperti yang telah diperkirakan sebelumnya. EURUSD naik 0.47% pada 1.1259. GBPUSD naik 0.65 % pada 1.4202.  USDJPY turun 0.09 %, pada 106.00. Dollar AS diperkirakan akan melanjutkan pelemahan dengan suku bunga AS tidak berubah bulan Juni ini.

Dari pasar modal Indonesia Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Rabu (15/06) berakhir naik 0,14 persen pada 4814.42. Pelemahan IHSG tertekan aksi profit taking lanjutan yang dipicu pelemahan Wall Street dan penurunan harga minyak mentah. IHSG selanjutnya berpotensi menguat terbatas dengan aksi beli saham yang terpicu perkiraan The Fed AS mempertahankan suku bunga tetap. Secara teknikal  pergerakan   IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 4780-4798 dan resisten 4824-4832. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini: CPIN, ICBP, EXCL, dan ADHI.

Data indikator ekonomi yang perlu dicermati hari ini Unemployment Rate dan Employment Change Mei Australia, Keputusan Suku Bunga Jepang, Unemployment Rate Hong Kong Mei, Retail Sales Mei dan Keputusan Suku Bunga Inggris, Inflasi Zona Eropa Mei, Jobless Claim dan Inflasi AS. Dari Indonesia juga akan ada pengumuman suku bunga BI.

 

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here