Poundsterling Kembali Ambruk, Brexit Terus Membayangi

258

Pukulan kuat yang menghajar dollar AS dari pernyataan Janet Yellen beberapa jam lalu tidak membuat poundsterling bergembira pada perdagangan sesi Asia hari Kamis (16/6), terpantau bergerak konsolidasi dengan kecenderungan negatif. Tampaknya sentimen Brexit masih terus membayangi pergerakan kurs pound terhadap rival-rival utamanya.

Polemik Brexit di Inggris masih terus bergulir dimana banyak pengusaha-pengusaha negeri tersebut mendukung adanya Brexit atau Inggris keluar dari Uni Eropa, dengan alasan bisnis mereka ingin bebas dari regulasi UE yang selama ini bagi mereka kurang menguntungkan.

Pemerintahan yang menjabat sekarang terus berusaha meyakinkan Inggris untuk tidak meninggalkan UE, demikian juga kanselir keuangan Inggris mengancam akan memangkas pengeluaran publik, memangkas jaminan kesejahtraan dan menaikkan pajak penghasilan serta warisan. George Osborne  berkilah untuk menutupi bolongnya anggaran saat terjadi Brexit sampai £30 miliar.

Pergerakan kurs poundsterling  di sesi Asia (02:45:35 GMT) bergerak lemah  terhadap dollar AS,  setelah  dibuka lebih tinggi pada   1.4202 di   awal   perdagangan   (00.00 GMT),  kurs  pound turun 20  pips  atau 0,2%  dan nilai bergulir  berada pada 1.4182.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan sesi Amerika berakhir besok pagi, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair GBPUSD dapat turun ke kisaran 1.4125-1.4089. Namun jika tidak sampai kisarantersebut maka pair dapat naik  ke kisaran 1.4272.

Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here