Harga Batubara Rotterdam Naik Terpicu Penurunan Persediaan Tiongkok

351

Pada akhir perdagangan Jumat dini hari (17/06), harga batubara Rotterdam berakhir naik kembali mengabaikan pelemahan minyak mentah dan penguatan dollar AS. Kenaikan harga batubara Rotterdam dipicu penurunan persediaan batubara Tiongkok.

Persediaan batubara yang dimiliki oleh enam pembangkit listrik utama di timur dan selatan Tiongkok rata-rata 12.194.000 mt selama seminggu untuk Selasa, turun 1,1% minggu pada minggu ini, menurut laporan oleh Pelabuhan Qinhuangdao Kamis.

Persediaan akan berlangsung selama 21,57 hari konsumsi rata-rata di enam pembangkit listrik, turun 0,31 hari minggu pada minggu, kata laporan itu.

Cuaca hujan terus menerus di timur dan selatan Tiongkok telah mengakibatkan kenaikan produksi tenaga air lokal dan, dengan demikian, menekan pertumbuhan lebih lanjut dari permintaan batubara termal di musim panas mendatang, kata laporan itu.

Harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak bulan Juli 2016 berakhir naik di posisi 53,15 dollar per ton. Harga komoditas tersebut mengalami kenaikan sebesar 0,75 dollar atau setara dengan 1,43 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Lihat : Harga Batubara Rotterdam Naik Terpicu Pelemahan Dollar AS

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya berpotensi turun dengan potensi pelemahan minyak mentah dan penguatan dollar AS terpicu kekuatiran brexit.

Harga batubara berjangka berpotensi mengetes level Support pada posisi 52,60 dollar dan Support kedua di level 52,10 dollar. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi kenaikan harga ada pada posisi 53,60 dollar dan 54,10 dollar.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here