Harga CPO 17 Juni Naik Terpicu Pelemahan Ringgit dan Kenaikan Minyak Mentah

331

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan Jumat siang (17/06) terpantau naik. Penguatan harga CPO siang ini terpicu pelemahan nilai tukar Ringgit terhadap dollar AS dan kenaikan harga minyak mentah.

Pada siang ini terpantau Ringgit melemah terhadap dollar AS. Terpantau pasangan dollar AS-Malaysia Ringgit naik 0,10% pada 4.1042.

Pelemahan ringgit menjadikan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih murah bagi pembeli luar negeri sehingga permintaannya meningkat.

Kenaikan harga CPO juga didukung kenaikan minyak mentah pada sesi perdagangan Asia. Harga minyak mentah naik di awal perdagangan sesi Asia pada hari Jumat (17/06) untuk pertama kalinya dalam tujuh hari setelah dihentikannya sementara kampanye Brexit terkait referendum 23 Juni untuk kemungkinan Inggris keluar dari Uni Eropa.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate naik 27 sen, atau 0,6 persen, pada $ 46,48. Kontrak turun 3,8 persen pada sesi sebelumnya dan harga turun lebih dari 5 persen sejauh minggu ini.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 38 sen, atau 0,8 persen, pada $ 47,57 per barel pada 0143 GMT setelah merosot 3,6 persen pada sesi sebelumnya. Kontrak ini di jalur untuk jatuh lebih dari 5,5 persen untuk minggu ini.

Lihat : Harga Minyak Mentah Sesi Asia Naik Dengan Meredanya Kampanye Brexit

Kenaikan harga minyak mentah menjadi dorongan sentimen positif yang mendorong harga CPO dalam trend menguat. Penguatan harga minyak mentah membuat bahan bakar alternatif seperti yang dibuat dari CPO meningkat permintaannya.

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini tampak mengalami kenaikan. Harga kontrak Agustus 2016 yang merupakan kontrak paling aktif menguat sebesar 31 ringgit dan diperdagangkan pada posisi 2.446 ringgit per ton.

Lihat : Harga CPO 16 Juni Ditenggelamkan Ringgit Kuat dan Minyak Mentah Lemah

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat dengan potensi pelemahan Ringgit dan kenaikan harga minyak mentah.

Harga CPO berjangka kontrak Juli 2016 di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level Resistance pada posisi 2.600 ringgit dan 2.650 ringgit. Sedangkan level Support yang akan dites jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 2.400 ringgit dan 2.350 ringgit.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here