Dollar AS Sesi Asia 21 Juni Sedang Kritis

296

Ditengah perdagangan forex sesi Asia hari Selasa (21/6) dollar AS yang kembali terjungkal pada  perdagangan sebelumnya kembali merayap di jurang pelemahannya dalam 10 hari terhadap rival-rival utamanya.  Dollar yang memiliki fundamental lemah habis dihajar oleh kurs kawasan Eropa merespon hasil jajak pendapat dukungan kuat untuk ‘remain‘ pada referendum di  Inggris tanggal 23 Juni 2016.

Selain itu dollar AS pagi masih alami tekanan kuat dari kurs komoditas seperti aussie, dollar Canada, dan kiwi dollar melanjutkan sentimen perdagangan sebelumnya oleh bertambah mahalnya harga minyak mentah.

Lihat: Harga Minyak Mentah Melonjak Hampir 3 Persen

Terhadap yen, dollar berusaha menguat setelah perdagangan sebelumnya juga alami tekanan kuat merespon data neraca perdagangan Jepang bulan Mei yang positif. Usaha dollar AS menekan yen didapat dari kekhawatiran BOJ dan pemerintah Jepang akan kondisi mata uangnya yang menguat tinggi secara sepihak.

Untuk pergerakan hari ini pergerakan nilai tukar dollar AS pada sesi Eropa menerima sentimen positif dari rilis perkiraan data ekonomi Jerman dan kawasan Euro yaitu sentimen ekonomi ZEW. Namun sentimen ‘remain‘ di Inggris tampaknya akan lebih mendominasi. Namun di sesi Amerika akan ada sentimen dari pidato Janet Yellen dihadapan parlemen AS khususnya komisi perbankan, yang diharapkan memberi harapan baru untuk rencana kenaikan Fed rate.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama perdagangan sesi Asia pagi ini  turun kembali hingga  0,06 persen setelah dibuka pada posisi 93,59  dan bergulir pada posisi 93,53. Perdagangan sebelumnya indeks dollar AS anjlok hingga  0,2 persen.

Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here