Kampanye Inggris Tetap di Uni Eropa Meningkat, Dollar AS Tertekan

290

Spekulasi bahwa pemilih Inggris bisa memilih untuk meninggalkan Uni Eropa dalam referendum pada Kamis mendatang yang menguat psds pekan lalu mulai menurun. Dua jajak pendapat akhir pekan menunjukkan suara “Tetap” di uni Eropa merebut kembali posisi terdepan. Jajak pendapat Bookmakers telah menunjukkan keinginan mereka yang ingin tinggal di Uni Eropa lebih banyak, juga jajak pendapat Betfair menempatkan probabilitas dari suara untuk “Tetap” menjadi 72 persen pada Senin, naik dari 60-67 persen dari Jumat.

Bursa Saham AS ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin di AS, terdorong kenaikan harga minyak dan meredanya kekhawatiran Brexit. Indeks Dow Jones ditutup naik 0,73 persen, ke 17.804, dengan kenaikan tertinggi saham Boeing. Indeks S & P 500 naik 0,58 persen, ke 2,083.25, dengan sekor industri memimpin sembilan sektor yang lebih tinggi. Indeks Nasdaq naik 0,77 persen, ke 4,837.21.

Bursa Asia pagi ini dibuka mixed mengabaikan penguatan bursa Wall Street. Terpantau Indeks Nikkei turun 0,54% pada 15.878,30 tertekan penguatan Yen. Indeks ASX 200 naik 0,26 % pada 5.270,60. Indeks Kospi turun 0,26% pada 1.975,90.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS naik 2,9 persen, di 49,37 dollar per barel terdukung pelemahan dollar AS yang dipicu hasil jajak pendapat yang menunjukkan kemungkinan lebih rendah untuk Inggris meninggalkan Uni Eropa. Pada perdagangan selanjutnya harga minyak mentah diperkirakan bergerak naik dengan potensi melemahnya dollar AS dan meredanya kekuatiran Brexit. Sedangkan harga emas spot berakhir turun 0,7 persen pada 1,288.93 dollar per troy ons, setelah jajak pendapat menunjukkan kampanye untuk Inggris tetap di Uni Eropa menguat, sehingga melemahkan permintaan safe haven dan memicu rally tajam di pasar saham. Pada perdagangan selanjutnya harga emas berpotensi turun dengan meredanya kekuatiran Brexit yang melemahkan permintaan safe haven.

Dari pasar valas, Dolar AS jatuh pada Senin karena sterling melonjak lebih dari 2 persen dan euro melonjak setelah jajak pendapat yang mendukung untuk Inggris tetap tinggal di Uni Eropa meningkat. EURUSD naik 0.33% pada 1.1311. GBPUSD melonjak 2.32 % pada 1.4683.  USDJPY turun 0.18 %, pada 103.92. Dollar AS diperkirakan akan melanjutkan pelemahan dengan meredanya kekuatiran Brexit.

Dari pasar modal Indonesia Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Senin (20/06) berakhir naik 0,59 persen pada 4863.53. Penguatan IHSG terdorong sentimen positif penguatan Rupiah, bursa Asia dan harga minyak mentah. IHSG selanjutnya berpotensi menguat terbatas dengan aksi beli saham yang terpicu meredanya kekuatiran Brexit dan penguatan Rupiah. Secara teknikal  pergerakan   IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 4817-4841 dan resisten 4876-4887. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini: BBCA, CPIN, PGAS dan INDF.

Data indikator ekonomi yang perlu dicermati hari ini Risalah Pertemuan Bank of Japan, Risalah Pertemuan Bank of Australia, Indeks harga rumah Australia, Inflation Rate Hong Kong, ZEW Economic Sentiment zona Eropa dan Jerman, Pidato Ketua The Fed AS, Pidato Presiden ECB dan Perkembangan Brexit.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here