Harga CPO 23 Juni Berpotensi Naik

289

Pasar Malaysia libur pada perdagangan Rabu (22/060, memperingati Nuzulul Quran.

Untuk memperkirakan perdagangan CPO Malaysia hari Kamis (23/06) besok maka perlu mencermati sentimen utama penggerak harga CPO yaitu mata uang Ringgit dan harga minyak mentah.

Mata uang Ringgit siang ini terpantau sedikit melemah. Terpantau pasangan mata uang USDMRY naik 0,05 persen pada 4.0350.

Untuk harga minyak mentah, terpantau harga minyak mentah naik di awal perdagangan Asia, Rabu (22/06), setelah data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan penarikan lebih besar dari yang diperkirakan pada pasokan mingguan AS.

Persediaan minyak mentah AS turun 5,2 juta barel untuk pekan yang berakhir 17 Juni, kata API. Angka kelompok perdagangan ini adalah tiga kali dari penarikan 1,7 juta barel yang diperkirakan oleh analis dalam jajak pendapat Reuters.

Harga minyak mentah berjangka AS kontrak Agustus, sebagai kontrak bulan depan yang baru pada Rabu, telah naik 9 sen menjadi $ 49,94 per barel pada 0223 GMT. Sebelumnya naik sampai setinggi $ 50,54, menandai pertama kalinya itu telah naik di atas $ 50 sejak 10 Juni.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent naik 4 sen di $ 50,66 per barel, setelah menetap turun 3 sen di $ 50,62 pada Selasa.

Malam nanti akan dirilis data persediaan minyak mentah mingguan AS oleh EIA yang diindikasikan terjadi penarikan lebih dalam. Jika terealisir dapat mengangkat harga minyak mentah.

Diperkirakan harga minyak mentah berpotensi bergerak naik dengan sentimen penurunan produksi, namun perlu dicermati penguatan dollar AS jelang keputusan referendum Inggris-Uni Eropa 23 Juni ini.

Lihat : Harga Minyak Mentah Sesi Asia Naik, Sempat Menembus $ 50

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia pada akhir perdagangan kemarin berakhir turun.  Harga kontrak September 2016 yang merupakan kontrak paling aktif berakhir turun sebesar -28 ringgit pada posisi 2.374 ringgit per ton.

Lihat : Harga CPO 21 Juni Terganjal Penguatan Ringgit dan Pelemahan Minyak

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya berpotensi naik dengan potensi pelemahan Ringgit dan kenaikan harga minyak mentah. Pergerakan harga juga bisa dipengaruhi oleh kondisi permintaan dan pasokan global.

Harga CPO berjangka kontrak September 2016 di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level Resistance pada posisi 2.425 ringgit dan 2.475 ringgit. Sedangkan level Support yang akan diuji jika terjadi pelemahan ada pada posisi 2.325 ringgit dan 2.275 ringgit.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here