Harga Minyak Mentah Sesi Asia Naik, Sempat Menembus $ 50

386

Harga minyak mentah naik di awal perdagangan Asia, Rabu (22/06), setelah data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan penarikan lebih besar dari yang diperkirakan pada pasokan mingguan AS.

Persediaan minyak mentah AS turun 5,2 juta barel untuk pekan yang berakhir 17 Juni, kata API. Angka kelompok perdagangan ini adalah tiga kali dari penarikan 1,7 juta barel yang diperkirakan oleh analis dalam jajak pendapat Reuters.

Harga minyak mentah berjangka AS kontrak Agustus, sebagai kontrak bulan depan yang baru pada Rabu, telah naik 9 sen menjadi $ 49,94 per barel pada 0223 GMT. Sebelumnya naik sampai setinggi $ 50,54, menandai pertama kalinya itu telah naik di atas $ 50 sejak 10 Juni.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent naik 4 sen di $ 50,66 per barel, setelah menetap turun 3 sen di $ 50,62 pada Selasa.

Lihat : Harga Minyak Mentah Rebound Setelah Penurunan Persediaan Minyak Mentah AS

Pasar tetap gelisah atas kemungkinan Inggris akan memilih untuk meninggalkan Uni Eropa pada hari Kamis dalam referendum, dengan jajak pendapat menunjukkan sedikit perbedaan antara kubu “tetap” dan “meninggalkan”.

Dolar menempel kenaikan moderat pada Rabu pagi setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen menyatakan garis “kenaikan bertahap” suku bunga AS, sementara reli short-covering sterling kehilangan momentum menjelang referendum.

Lihat : Pidato Yellen : Kenaikan Suku Bunga Tergantung Pasar Kerja dan Brexit; Kenaikan Juli Mustahil

“Penguatan dalam dolar AS dan kelemahan dalam mata uang lainnya akan menjadi arah bearish jangka pendek untuk minyak mentah” dalam hal Brexit, Societe Generale mengatakan dalam sebuah catatan penelitian.

Dolar AS yang lebih kuat membuat minyak lebih mahal karena menimbulkan biaya untuk impor untuk sebagian besar negara-negara di dunia.

“Pertumbuhan permintaan global cukup kuat, didorong oleh AS, Tiongkok, India dan pasar negara berkembang lainnya,” kata Societe Generale. “Di sisi penawaran, menurunnya produksi minyak mentah AS diperkirakan akan mendukung tren produksi non-OPEC yang lebih rendah. “

Malam nanti akan dirilis data persediaan minyak mentah mingguan AS oleh EIA yang diindikasikan terjadi penarikan lebih dalam. Jika terealisir dapat mengangkat harga minyak mentah.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi bergerak naik dengan sentimen penurunan produksi, namun perlu dicermati penguatan dollar AS jelang keputusan referendum Inggris-Uni Eropa 23 Juni ini. Harga akan menembus kisaran Resistence $ 50,50- $ 51,00, dan jika harga turun akan menembus kisaran Support $ 49,50 – $ 49,00.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here