KRAS Cari Utangan Triliunan Demi Bangun Pabrik, Sahamnya Terpukul

311

Jelang akhir perdagangan saham hari Rabu (22/6) pergerakan saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) anjlok parah hingga turun 4 persen lebih dari perdagangan sebelumnya, pelemahan sebagian besar dipicu profit taking investor lokal. Mengenal pergerakan saham KRAS secara teknikal masih bergerak bullish, namun secara fundamental kinerja keuangan perseroan cukup membatasi gerak saham.

KRAS yang mengalami  pembengkakan kerugian pada 3 bulan pertama tahun 2016, sedang membutuhkan banyak modal untuk melakukan ekspansinya. Belum lama perseroan melakukan pinjaman kepada salah satu bank di Jerman untuk membangun pabrik Hot Strip Mill 2 (baja hitam pipih) senilai Rp3,4 triliun.

Selain itu perusahaan yang sudah lama merencanakan membangun pembangkit listrik mengajukan bantuan dari pemerintah berupa PMN sebesar Rp2,4 triliun untuk membiayai pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 1×150 megawatt (mw) yang diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp4 triliun.  Jika PMN yang diajukan disetujui, perseroan masih butuh dana sekitar Rp1triliun yang rencana akan dipinjam dari perbankan lagi.

Lihat: Kinerja Parah Keuangan KRAS Q1 2016

Diawal perdagangan saham  KRAS dibuka flat di posisi 675 dan jelang penutupan saham  anjlok parah  dengan volume perdagangan saham mencapai 373 ribu lot  saham. Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham KRAS perdagangan sebelumnya bergerak dengan  indikator MA masih bergerak naik  dan indikator Stochastic konsolidasi di area jenuh beli.

Sementara itu indikator Average Directional Index terpantau bergerak turun dengan +DI juga turun, menunjukan pergerakan KRAS melemah.  Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya,  rekomendasi trading selanjutnya  pada target resistance  di level 680  dan level support di 645.

Joel/VMN/VBN/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here