Dividen SMRA Mengecewakan Investor Asing, Sahamnya Rawan Koreksi

280

Setelah saham  PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) berhasil mencapai puncak penguatan tertinggi dalam 3 bulan perdagangan hari kedua pekan ini, langsung alami profit taking pada perdagangan keesokan harinya. Dan untuk perdagangan hari ini kembali menguat bersamaan dengan pengumuman pembagian dividen pada bulan depan.

Namun hingga siang ini investor asing masih lakukan profit taking yang dipicu oleh jumlah dividen yang akan dibagikan jauh lebih rendah dari jumlah dividen tahun 2015. Turunnya jumlah dividen seiring dengan merosotnya keuntungan yang diraih pada tahun 2015.

Dividen yang akan dibagikan senilai Rp4 per lembar saham sedangkan tahun 2015 lalu bisa mencapai Rp20 per lembar saham.  Dilihat dari jumlah keseluruhannya, tahun lalu mencapai Rp288 miliar sedangkan tahun ini hanya Rp72 miliar.

Memantau pergerakannya pada bursa perdagangan saham hari Kamis (23/6) saham SMRA dibuka kuat  ke posisi  1750 setelah perdagangan sebelumnya dibuka di posisi 1735.  Saham bergerak positif dengan volume perdagangan saham mencapai 177 ribu lot   saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham SMRA bergerak dengan  indikator MA masih bergerak naik dan indikator Stochastic konsolidasi di area jenuh belinya.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar, dan +DI yang juga bergerak turun  menunjukan pergerakan SMRA rawan koreksi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasai trading hingga akhir pekan pada target level resistance di level 1770  dan  target support di level 1680.

Lens Hu/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here