Rupiah Akhir Pekan Terpukul Hasil Referendum Brexit

222

Mengakhiri perdagangan  pasar valas akhir pekan (24/6), kurs rupiah anjlok ke posisi terendah dalam 3 pekan terhadap dollar AS sebagai korban kondusifnya pasar keuangan merespon hasil referendum Brexit di Inggris yang menakutkan pelaku pasar selama ini. Karena kondisi ini bursa global alami kerugian. Demikian juga terhadap pergerakan mingguan, rupiah melemah secara mingguan untuk pekan kedua berturut.

Pergerakan negatif  rupiah sepanjang hari tidak membuat investor asing kurangi setoran modalnya ke bursa saham,  justru semakin bertambah sejak pagi dan terbentuk  net buy sebesar Rp587 miliar lebih. Namun IHSG yang dibuka positif di awal perdagangan anjlok oleh aksi jual investor lokal dengan pelemahan   o,8%.

Pergerakan kurs rupiah  di pasar spot sore ini bergerak negatif dengan posisi penguatan  0,26% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13391/US$ setelah  dibuka kuat  pada level Rp13298/US$. Demikian juga dari sisi kurs jisdor dan kurs BI rupiah Rabu  diperlemah dari perdagangan sebelumnya.

Kurs jisdor yang ditetapkan Bank Indonesia hari ini  menguat ke  13295  dari  posisi 13265 perdagangan hari Rabu (22/06), sedangkan kurs transaksi antar bank menguat ke posisi 13362 setelah perdagangan sebelumnya 13331.

Dan untuk pergerakan kurs Rupiah perdagangan awal pekan depan  diperkirakan  dibuka negatif  oleh pergerakan  dollar AS   yang semakin kuat hingga akhir perdagangan malam nanti.

Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here