Harga Gula ICE Akhir Pekan Turun Tipis; Mingguan Anjlok Hampir 4 Persen

296

Harga gula berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York Sabtu dini hari (25/06) berakhir lemah, terpicu penguatan dollar AS.

Indeks Dolar AS berakhir naik 1,89 persen pada 95.53 di akhir pekan setelah hasil referendum UK menghasilkan keputusan Brexit, yaitu Inggris keluar dari Uni Eropa.

Kenaikan nilai tukar dollar AS membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri sehingga permintaannya ikutan tergerus melemah.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Oktober 2016 terpantau mengalami penurunan. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup melemah sebesar -0,03 sen atau setara dengan -0,16 persen pada posisi 19,16 sen per pon.

Secara mingguan harga gula masih merosot -3,7 persen, selain karena keputusan Brexit juga sebagian besar terpicu pelemahan dollar AS dan pulihnya kondisi cuaca di Brazil.

Lihat : Harga Gula ICE Naik Tipis Terpicu Penguatan Real Brazil

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah terbatas dengan potensi penguatan dollar AS setelah keputusan Brexit.

Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi menguji level Support pada posisi 18,70 sen dan 18,20 sen. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi kenaikan harga ada pada posisi 19,70 sen dan 20,20 sen per pon.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here