Dollar AS Tertekan, Pasar Saham dan Komoditas Menguat

297

Bursa Saham AS ditutup lebih dari 1,5 persen lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu di AS, terbantu kenaikan harga minyak, dan pemulihan hari kedua pasar global pasca ketidakpastian Brexit. Indeks Dow Jones ditutup naik 1,64 persen, di 17,694.68, dengan kenaikan tertinggi saham Nike. Indeks S & P 500 ditutup naik 1,70 persen, pada 2,070.77, dengan sektor energi memimpin semua 10 sektor yang lebih tinggi. Indeks Nasdaq ditutup naik 1,86 persen, pada 4,779.25.

Bursa Asia pagi ini dibuka naik terdorong penguatan bursa Wall Street. Terpantau Indeks Nikkei naik 1,27% pada 15.764,36. Indeks ASX 200 naik 1,21 % pada 5.204,50. Indeks Kospi naik 0,49% pada 1.965,94.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan kemarin di AS melonjak 4,24 persen, pada 49,88 dollar per barel setelah pemerintah AS melaporkan penarikan mingguan persediaan minyak mentah lebih besar dari perkiraan. Pada perdagangan selanjutnya diperkirakan harga minyak mentah berpotensi bergerak naik dengan sentimen penurunan pasokan minyak mentah dan potensi pelemahan dolar AS .

Sedangkan harga emas spot berakhir naik 0,45 persen pada 1,318.01 dollar per troy ons pada akhir perdagangan kemarin di AS, terdukung pelemahan dolar AS dan permintaan safe haven tetap kuat karena ketidakpastian keuangan jangka panjang pasca Brexit. Pada perdagangan selanjutnya harga emas berpotensi naik dengan melemahnya dolar AS. Namun perlu dicermati perkembangan Brexit, yang jika mereda dan pemulihan bursa global terjadi, maka akan melemahkan harga emas.

Dari pasar valas, Dolar AS merosot terhadap euro dan sterling untuk hari kedua berturut-turut pada akhir perdagangan mata uang Rabu di AS tertekan profit taking dan meredanya kekuatiran Brexit.. EURUSD naik 0.53% pada 1.1123. GBPUSD naik 0.65 % pada 1.3426.  USDJPY naik 0.05 %, pada 102.79. Pergerakan poundsterling dan euro akan mencermati hasil pertemuan para pemimpin Eropa dan Inggris Raya, yang jika memberikan hasil positif dapat mengangkat kedua mata uang tersebut. Namun sebaliknya, dolar AS akan kembali berjaya jika sentimen ketidakpastian pasca Brexit menguat kembali.

Dari bursa Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Rabu (29/06) berakhir melonjak 2,01 persen pada 4980.11. Penguatan IHSG terdorong penguatan Rupiah yang dipicu disahkannya UU Tax Amnesty oleh DPR. Kenaikan IHSG juga didukung penguatan bursa global dan meredanya kekuatiran Brexit. Penguatan bursa global akan memberikan sentiment positif bagi penguatan IHSG hari ini. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4948-4916, dan kisaran Resistance 5013-5045. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini: BBNI, KLBF, ASII, LPKR.

Data indikator ekonomi yang perlu dicermati hari ini adalah Industrial Production, Retail Sales Korsel, Industrial Production, data Investasi Asing, Housing Starts Jepang, Retail Sales, Unemployment Change, Unemployment Rate Jerman, Pertumbuhan Ekonomi Inggris kuartal pertama, Inflation Rate Zona Eropa, Jobless Claim AS, Hasil pertemuan pemimpin Eropa.

 

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here