Harga Gula Akhir Pekan Rebound 2 Persen; Mingguan Melonjak Lebih 8 Persen

300

Harga gula berjangka ICE berakhir rebound pada akhir perdagangan bursa ICE Futures New York Sabtu dini hari (02/07). Harga komoditas ini mengalami penguatan dipicu perkiraan penurunan produksi tebu dan meningkatnya permintaan.

Jumlah pemghancuran tebu di pusat-selatan Brazil di paruh pertama Juni ini diperkirakan sekitar 26,7 juta ton, turun 33 persen dari periode yang sama tahun lalu, sebuah survei analis S & P global Platts menunjukkan.

Dealer juga menunggu konfirmasi dari tender terhadap gula mentah kontrak Juli yang berakhir pada hari Kamis. Wilmar International Ltd dan Alvean telah membeli sekitar 1,2 juta ton gula, atau 23.706 banyak, terhadap Kontrak Juli yang berakhir pada akhir sesi, menurut tiga pedagang.

Dealer mengatakan rumah komoditas telah mengirim sekitar 800.000 ton, sebagian besar pengiriman sebesar 1,2 juta ton, melalui port Santos.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Juli 2016 terpantau menguat. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup naik sebesar 0,45 sen atau setara dengan 2,21 persen pada posisi 20,78 sen per pon.

Secara mingguan harga gula melonjak 8,46 persen, sebagian besar terdukung penguatan mata uang Real Brazil.

Lihat : Harga Gula ICE Retreat 3 Persen Tergerus Kekuatan Dollar AS

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula berjangka di ICE Futures New York pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat terbatas dengan kekuatiran penurunan produksi. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Resistance pada posisi 21,30 sen dan 21,80 sen. Sedangkan level Support yang akan diuji jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 20,30  sen dan 19,80 sen.


Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center

Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here