Bursa Tokyo 5 Juli Ditutup Lemah Tertekan Kuatnya Yen

325
indeks nikkei

Di akhir perdagangan bursa saham Jepang Selasa (05/07), indeks Nikkei ditutup turun –106,47 poin, atau -0,67 persen, di 15,669.33. Pelemahan indeks Nikkei terpicu penguatan Yen.

Lihat : Indeks Nikkei 5 Juli Dibuka Negatif Terpicu Penguatan Yen

Mata uang Yen Jepang, dianggap sebagai aset haven, menguat terhadap dolar AS, diperdagangkan pada 101,95 pada hari Selasa, setelah pasangan diperdagangkan setinggi 103,39 pada hari Jumat.

Pada akhir perdagangan saham otomotif Jepang berakhir mixed. Saham Toyota ditutup naik 0,51 persen, saham Nissan naik 0,15 persen, saham Honda turun 1,11 persen, saham Mazda turun 2,66 persen, saham Yamaha Motor turun 0,86 persen, saham Mitsubishi Motors turun 4,05 persen, sedangkan saham Isuzu Motors naik 1,65 persen.

Dalam catatan analis Deutsche Bank mengatakan mereka telah mengupgrade saham Nissan dari menahan ke tingkat membeli, sambil mempertahankan tingkat beli saham Toyota pada target harga yang lebih rendah. Meskipun menghadapi tekanan dari penguatan yen, saham Toyota tetap menjadi pemimpin industri dan memiliki nilai yang menarik, kata para analis.

Pada saham Nissan, para analis mengatakan pasca penurunan akibat Brexit tampaknya telah menciptakan kesempatan membeli untuk persediaan. “Laba Nissan bukan tanpa risiko … tetapi meskipun demikian angka kami perusahaan tersebut yang dinilai lebih rendah daripada tingkat krisis keuangan global,” kata analis.

Dalam catatan yang terpisah, Credit Suisse menurunkan Mitsubishi Motors dari Netral menjadi Buruk. Analis mengatakan mereka memperkirakan Mitsubishi Motors untuk “memulai jalan panjang dan berbatu menuju kembali ke keadaan normal dengan mendapatkan kembali kepercayaan pelanggan dan menstabilkan operasi.”

Sebelumnya pada bulan April, produsen mobil Jepang ini mengaku memalsukan data uji ekonomi bahan bakar untuk membuat tingkat emisi terlihat lebih menguntungkan.

Credit Suisse juga meningkatkan saham Isuzu Motors dari Netral ke Unggul; analis mengatakan mereka mendukung Isuzu karena “posisi yang kuat di pasar lokal utama seperti Thailand dan kendaraan komersial di Jepang.”

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau turun -160,00 poin atau -1,02% pada 15,600, turundibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 15,760.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks Nikkei akan berpotensi lemah dengan penguatan Yen dengan menguatnya kembali sentimen kekuatiran Brexit. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 15,122-14,654, dan kisaran Resistance 16,186-16,697.


Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center

Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here