Harga Gula ICE Berpotensi Naik Terdukung Cuaca Hujan Brazil dan India

297

Pasar komoditas AS tutup pada perdagangan Senin (04/07) memperingati Hari Kemerdekaan AS.

Pada perdagangan sebelumnya pada akhir pekan, harga gula berjangka ICE berakhir rebound di perdagangan bursa ICE Futures New York Sabtu dini hari (02/07). Harga komoditas ini mengalami penguatan dipicu perkiraan penurunan produksi tebu dan meningkatnya permintaan.

Jumlah penghancuran tebu di pusat-selatan Brazil di paruh pertama Juni ini diperkirakan sekitar 26,7 juta ton, turun 33 persen dari periode yang sama tahun lalu, sebuah survei analis S & P global Platts menunjukkan.

Pada penutupan perdagangan Sabtu dini hari harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Juli 2016 terpantau menguat. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup naik sebesar 0,45 sen atau setara dengan 2,21 persen pada posisi 20,78 sen per pon.

Memperkirakan perdagangan selanjutnya yang akan dibuka malam ini, maka terdapat sentimen bearish dengan membaiknya kondisi cuaca didukung ketersediaan hujan di Brazil dan India.

Dealer mengatakan ada kemajuan yang mantap dengan panen tebu dalam cuaca umumnya menguntungkan di daerah pusat-selatan Brazil, dan mencatat bahwa musim hujan telah menutupi hampir seluruh India, produsen gula terbesar kedua di dunia setelah Brazil.

Cuaca monsoon atau cuaca hujan di India memberikan hampir 70 persen dari hujan dimana negara itu memerlukan air untuk pertanian dan waduk resapan.

Lihat : Harga Gula Akhir Pekan Rebound 2 Persen; Mingguan Melonjak Lebih 8 Persen

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah dengan potensi cuaca hujan yang memberikan harapan peningkatan produksi gula di Brazil dan India.

Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Support pada posisi 20,30 sen dan 19,80 sen. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi  21,30 sen dan 21,80 sen per pon.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here