Pasca Brexit: Bursa Saham Inggris Ngotot Merger Dengan Bursa Jerman

391

Bursa Saham Inggris atau London Stock Exchange dan bursa saham Jerman atau Jerman Deutsche Boerse akan merger menjadi satu bursa saham. Ya rencana merger 2 bursa saham dikawasan Eropa ini sudah cukup lama bergulir di banyak media bahkan sebelum terjadi referendum Brexit di Inggris yang menghasilkan Inggris keluar dari Uni Eropa.

Pada hari Senin (4/7) dalam rapat pemegang saham Group  Bursa Efek London (LSE), sebanyak  99,89 persen mendukung penggabungan kedua bursa saham. Namun dari pihak Deutsche Boerse baru akan diputuskan pada tanggal 12 Juli mendatang.

Sebelumnya kedua bursa saham telah sepakat menggabungkan operasi perdagangan efek mereka dengan nantinya memiliki kapitalisasi pasar senilai  US$ 27 milyar (£ 20 miliar) dan biaya sinergi dari penggabungan tersebut sebesar EUR 450 juta ($ 499.000.000) per tahun dalam tiga tahun. Dalam kesepakatan sebelum terjadinya Brexit disepakati gabungan bursa ini berpusat di London dengan pimpinan bursa saham Jerman sekarang menjadi ketua gabungan bursa tersebut.

Selain itu menurut ketentuan kesepakatan, pemegang saham LSE akan memiliki 45,6 persen dari bursa yang  baru, sementara Deutsche Boerse akan memiliki 54,4 persen.

Namun dengan hasil referendum Brexit yang menetapkan Inggris keluar dari Uni Eropa membuat rencana ini dipertanyakan lagi khususnya dari regulator bursa efek Jerman-BaFin. Dari pihak Jerman  masih mempertimbangkan karena pusat bursa tersebut nantinya  berada di negara luar Uni Eropa, tanggal 12 Juli pemegang sahamnya akan bertemu untuk memutuskannya.

Dan dari pihak LSE sendiri pemegang saham mayoritas sudah sepakat untuk tetap bergabung, dimana keputusan pemegang saham LSE kemarin merupakan usaha menyelamatkan bursa menghadapi implikasi yang terjadi karena Brexit. Ini adalah usaha ketiga bursa untuk bergabung dalam 16 tahun terakhir dan pernah dipertimbangkan juga oleh  Intercontinental Exchange (ICE) sebagai pemilik New York Stock Exchange.

Merger ini pasti akan berdampak pada perdagangan di bursa saham yang lebih kecil di Eropa namun menambah bilangan bursa saham yang bergabung seperti ICE dan CME dari Amerika Serikat dan bursa saham Hongkong dari kawasan Asia.

Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here