Poundsterling Sesi Eropa 5 Juli Dihajar Euro dan Dollar AS

321

Pergerakan kurs pound sterling di tengah sesi Eropa hari Selasa (5/7) terjun ke posisi terendah 31 tahun yang tercapai 2 pekan lalu saat referendum Brexit, setelah sempat berusaha meninggalkan posisi tersebut pada perdagangan pekan lalu. Sentimen yang memberatkan langkah pound berasal dari rilis data ekonomi Inggris yang mengecewakan sore ini dari Markit Economic

Data ekonomi yang buruk membuat pasar semakin khawatir dampak  Brexit berikutnya terhadap ekonomi Inggris dan juga dunia. Sebelum brexit saja kondisi sektor jasa negeri tersebut pada bulan Juni menurun dari periode sebelumnya, selain itu kinerja sektor konstruksi yang dilaporkan kemarin terjun ke posisi terendah dalam 7 tahun.

Akibat kondisi diatas nilai kurs pound sterling semakin jeblok terhadap semua rival utamanya, terhadap dollar AS kembali berjalan menuju jurang pelemahan 31 tahun sedangkan terhadap euro melemah ke posisi terendah dalam 2,5 tahun.

Ditengah perdagangan forex sesi Eropa  hari Selasa  (4/7)  pergerakan kurs pound   bergerak jeblok terhadap dollar AS,  setelah  dibuka lebih tinggi pada   1.3287 di   awal   perdagangan   (00.00 GMT),  kurs  pound naik 154 pips   atau 1,6%  dan nilai bergulir  berada pada 1.3133.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan sesi Amerika berakhir besok pagi, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair GBPUSD lanjut turun  ke kisaran 1.3115-1.3095. Namun jika tidak sampai kisaran tersebut maka pair dapat naik lagi ke kisaran 1.3365.

Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here