Harga Gula ICE Naik Tertinggi 3,5 Tahun

282

Harga gula berjangka ICE ditutup naik pada akhir perdagangan bursa ICE Futures New York Rabu dini hari (06/07). Harga komoditas ini mengalami penguatan terpicu penurunan produksi gula Brazil.

Pasar gula ketat karena hujan lebat di wilayah pertumbuhan tebu Brazil. Asosiasi tebu Brasil Unica mengatakan bahwa produksi gula turun 29% dalam dua minggu pertama Juni dari periode dua minggu sebelumnya sebagai akibat dari cuaca basah. Akhir pekan lalu, dua rumah perdagangan mengambil pengiriman dari sekitar 1,2 juta ton gula mentah melalui pertukaran komoditas, dengan sebagian besar gula yang akan dikirim dari Brazil.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Juli 2016 terpantau menguat. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup naik sebesar 0,09 sen atau setara dengan 0,43 persen pada posisi 20,87 sen per pon. Kenaikan tersebut merupakan kenaikan tertinggi 3,5 tahun.

Lihat : Harga Gula ICE Berpotensi Naik Terdukung Cuaca Hujan Brazil dan India

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula berjangka di ICE Futures New York pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah dengan potensi penguatan dolar AS dengan meningkatnya kekuatiran ekonomi global dan perkiraan positifnya data ISM Manufacturing dan PMI Composite. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Support pada posisi 20,40 sen dan 19,90 sen. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi kenaikan harga ada pada posisi 21,40  sen dan 21,90 sen.


Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center

Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here