Kurs Pound Inggris Semakin Terpukul, Posisi Sesi Eropa 6 Juli Terendah 31 Tahun

226

Ditengah perdagangan risk aversion yang terjadi di pasar keuangan global hari Rabu (6/7) sesi Eropa kondisi pergerakan kurs  pound sterling semakin parah anjloknya hingga kini terjun ke posisi terendah 31 tahun terbaru. Kurs pound sejak referendum Brexit benar-benar sangat terpukul hingga anjlok sampai 14 persen lebih dan diperkirakan akan terus amblas. Kondisi ekonomi dan moneter Inggris pasca referendum tersebut menjadi mengkhawatirkan sampai-sampai bank sentral Inggris (BOE) memangkas anggaran cadangan penanggulangan krisis moneter menjadi 0 persen.

Para pelaku pasar 2 pekan terakhir lebih banyak amankan portofolio mereka kepada aset safe haven sehingga perdagangan bursa sahampun menjadi lesu apalagi bursa saham di Inggris. Pasar kini lebih banyak memilih investasikan dananya kepada mata uang yen, dollar AS dan juga emas, dimana yen paling banyak diminati. Pemburuan aset safe haven semakin bertambah tatkala mata uang Tiongkok yaitu Yuan anjlok ke posisi terendah dalam 6 tahun, hal ini menambah kepanikan pasar keuangan global.

Ditengah perdagangan forex sesi Eropa  hari Rabu  (6/7)  pergerakan kurs pound   terus bergerak lemah terhadap dollar AS,  setelah  dibuka lebih rendah pada   1.3012 di   awal   perdagangan   (00.00 GMT),  kurs  pound turun 78 pips   atau 0,8%  dan nilai bergulir  berada pada 1.2934.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan sesi Amerika berakhir besok pagi, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair GBPUSD lanjut turun  ke kisaran 1.2790-1.2728. Namun jika tidak sampai kisaran tersebut maka pair dapat naik lagi ke kisaran 1.3085.

Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here