Anjloknya Imbal Hasil Obligasi Tak Sepadan Dengan Resikonya

285

Imbal hasil obligasi baik di AS, U.K. dan Australia didorong ke level terendahnya sepanjang masa di hari Rabu kemarin, demikian juga dengan di Jerman dan Jepang turun ke tingkat belum pernah terjadi sebelumnya, di bawah nol. Rata-rata yield obligasi di Bank of America Corp.’s World Sovereign Bond Index pekan ini turun di bawah 1 persen untuk pertama kalinya, menuju level terendah di tahun 2006.

Obligasi menguat karena spekulasi bahwa Brexit mendorong permintaan untuk aset paling aman. The Federal Reserve kehilangan kepercayaan untuk menaikkan suku bunga karena meningkatnya ketidakpastian tentang prospek pertumbuhan ekonomi baik di luar maupun dalam negeri, demikian risalah pertemuan terbaru yang dikeluarkan hari Rabu kemarin.

Treasury 10-tahun mengalami sedikit perbaikan menjadi 1,36 persen pada 07:30 di London, menurut data Bloomberg Obligasi Trader. Rekor terendah yang sempat dicapai hari Rabu kemarin adalah 1,318 persen.

Bill Gross dari Pacific Investment Management Co dan sekarang berbasis di Denver memperingatkan hampir sebulan lalu bahw kebijakan bank sentral yang mendorong triliunan dolar ke obligasi dengan suku bunga negatif pada akhirnya akan menjadi bumerang keras. “Ini adalah supernova yang akan meledak suatu hari,” tulisnya di Twitter.

Sementara itu obligasi 10-tahun Australia menghasilkan 1,88 persen, dibandingkan dengan level terendahnya di 1,84 persen, setelah S & P global Ratings menurunkan outlook peringkat Australia menjadi AAA negatif dari stabil akibat ketidak jelasan hasil pemilihan federal akhir pekan ini.

Permintaan untuk utang memudar setelah tingkat imbal hasilnya memburuk demikian pendapat Kazuaki Oh’E, kepala pendapatan tetap di CIBC World Markets Japan Inc di Tokyo.

Terakhir kali mata uang China telah tenggelam dengan cepat, investor di seluruh dunia menanggapi dengan melarikan diri dari aset yang berisiko.

Sementara itu yuan terdepresiasi 1,5 persen selama dua minggu terakhir ke level terendah sejak November 2010.

Selasti/ VMN/VBN/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here