Cadangan Devisa Tiongkok Bulan Juni Naik Mengejutkan

324

Bank sentral Tiongkok atau Bank Rakyat China (PBOC) diakhir perdagangan saham hari Kamis (7/7) mengumumkan cadangan devisa negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut naik secara tak terduga pada bulan Juni setelah pada bulan sebelumnya alami penurunan.  Pengumuman yang menggembirakan bagi mata uang Yuan yang terjerumus ke posisi terendah dalam 6 tahun ini mengejutkan karena mengabaikan dampak hasil referendum Brexit 2 pekan lalu yang memastikan Inggris  meninggalkan Uni Eropa.

China Foreign Exchange Reserves

Cadangan devisa negeri Tiongkok naik menjadi US$ 3,2 triliun setelah bulan sebelumnya hanya US$3,19 triliun, kenaikan tersebut menjadi penghiburan bagi pelemahan yuan pasca referendum Brexit yang memukul habis banyak mata uang dunia lainnya khususnya poundsterling dan juga euro. Dalam keterangan tertulisnya saat mengumumkan data ini, PBOC  mengatakan  memiliki rencana untuk menahan setiap guncangan yang berasal dari keputusan Brexit 2 pekan lalu dan berniat untuk menjaga kestabilan mata uang Tiongkok.

Nilai mata uang yuan perdagangan sebelumnya anjlok ke posisi 6.6886 dan perdagangan sore ini ditutup menguat kembali ke posisi 6.6849 yuan per dollar AS. Namun bursa saham negeri tersebut ditutup di posisi flat setelah perdagangsan sebelumnya anjlok cukuk parah oleh kekuatiran kondisi ekonomi domestik dan global.

Lens Hu/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here