Dollar AS Sesi Eropa 7 Juli Susah Payah Untuk Rebound

238

Ditengah perdagangan forex sesi Eropa hari Kamis  (7/7), pergerakan dollar AS terhadap rival-rivalnya masih bergerak konsolidasi ditengah reboundnya pergerakan kurs poundsterling dari jurang pelemahan 31 tahun pasca referendum Brexit 2 pekan lalu. Dollar AS yang sempat menguat di tengah sesi Asia kembali terkoreksi oleh proyeksi rilis data ekonomi yang menyuramkan pada sesi malam.

Setelah perdagangan sebelumnya anjlok parah oleh tekanan penguatan safe haven yang lebih besar melawan sentimen penguatan data ekonominya semalam, dollar berusaha mengumpulkan tenaga pada sesi Asia namun hilang kembali ditelan kuatnya fundamental para rivalnya tersebut.

Poundsterling berhasil bangkit oleh aksi bargain hunting pasar menimbang pelemahan kurs 2 pekan terakhir cukup dalam menguntungkan eksportir Inggris dimana banyak permintaan dari luar negeri. Dan diperkirakan neraca perdagangan negara yang akan segera keluar dari Uni Eropa ini meningkat positif. Kondisi ini membuat pasar yakin diri akan mata uang yang sudah anjlok hingga 14 persen terhadap dollar AS dalam 2 pekan.

Ketakutan pasar akan dampak Brexit mulai pudar kembali sehingga berdampak pada bursa saham Eropa yang sebagian besar indeks utamanya dibuka menguat yang mensinyalkan bangkitnya kembali perdagangan risk apetite atau pemburuan aset beresiko. Membuk apasar saham Eropa indeks bursa saham Inggris, Jerman, Perancis dan Italia dibuka menguat signifikan.

Untuk perdagangan hingga sesi malam,  pergerakan dollar AS akan  menerima sentimen negatif dari rilis data sektor pekerjaan AS seperti data ADP employment change bulan Juni dan unemployment claims pekan lalu. Sehingga diperkirakan kembali dollar AS terpukul oleh rival-rival utamanya.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama perdagangan sesi Asia sore  ini turun 0,01 persen setelah dibuka pada posisi 96,07  dan bergulir pada posisi 96,06. Perdagangan sebelumnya indeks dollar AS hari Rabu anjlok  hingga  0,2 persen.

Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here