Harga Emas Dan Jagung Naik, Yen Tetap Menguat

258

Yen menguat untuk hari ketiga dan emas memperpanjang kenaikan mendekati tertinggi dua tahun sebagai dampak dari Brexit yang mendorong permintaan untuk aset haven. Dolar Australia melemah setelah S & P Global Ratings memangkas peringkat utang negara ini menjadi AAA.

Data output industry untuk Jerman dan Inggris akan keluar hari ini demikian juga dengan demikian juga dengan laporan tentang harga rumah di Inggris juga dijadwalkan hari ini. Bursa saham di Indonesia dan Malaysia masih ditutup untuk liburan Idul Fitri.

Mata Uang

Yen menguat 0,3 persen menjadi 100,98 per dolar pada 11:31 waktu Tokyo. Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengatakan dalam sebuah pidato pada hari Kamis ini bahwa indeks harga konsumen negara itu kemungkinan akan tetap sedikit dibawah negatif untuk saat ini. Dia juga mengatakan akan tetap memantau risiko dan akan menambah stimulus saat diperlukan.

Dolar Australia turun 0,2 persen setelah S & P memangkas outlook peringkat kredit negara itu menjadi negatif dari stabil menyusul hasil pemilu yang tidak meyakinkan pada akhir pekan.

Sterling naik 0,1 persen menjadi $ 1,2944, setelah tenggelam ke level terendah 31-tahun di level $ 1,2798 pada hari Rabu. Won Korea Selatan naik 0,8 persen terhadap dolar AS, naik untuk pertama kalinya dalam minggu ini. The Bloomberg Dollar Spot Index, yang melacak greenback terhadap 10 mata uang utama, jatuh untuk hari kedua, menurun 0,05 persen menyusul penurunan 0,2 persen pada hari Rabu.

Komoditas

Emas naik 0,4 persen menjadi sekitar $ 1.370 per ounce, naik untuk sesi ketujuh. Harga emas sempat mencapai $ 1,375.71 pada hari Rabu, level tertinggi sejak Maret 2014. Perak naik 0,3 persen, bertahan di atas $ 20 per ounce.
Minyak mentah naik 0,4 persen menjadi $ 47,64 per barel di New York. Persediaan minyak AS turun 6,7 juta barel pekan lalu, demikian laporan dari American Petroleum Institute yang keluar menjelang data yang akan dikeluarkan pemerintah hari Kamis ini yang diperkirakan akan menunjukkan persediaan turun 2,5 juta barel.
Harga jagung naik 0,7 persen menjadi $ 3,43 per bushel di Chicago.

Saham

MSCI Asia Pacific Index naik 0,3 persen, dengan indeks saham energi mendapatkan 1,1 persen. Benchmark jatuh di Shanghai dan Tokyo, sementara indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,8 persen. Indeks Kospi di Seoul naik 1 persen , Samsung Electronics Co naik sebanyak 2 persen setelah melaporkan laba yang lebih baik dari estimasi.
S & P / NZX 50 Index Selandia Baru naik untuk hari kesembilan, jangka terpanjang keuntungan sejak Maret.

Selasti/ VMN/VBN/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here