Poundsterling Sesi Eropa 7 Juli Bangkit Dari Jurang Pelemahan 31 Tahun

291

Pergerakan kurs mata uang Inggris tampaknya berusaha menarik nafas yang lega setelah terjerumus ke jurang pelemahan 31 tahun perdagangan sebelumnya, terpantau perdagangan sesi Eropa hari Kamis (7/7) kurs pound masih dijalur positif meski disekitar jurang pelemahannya. Pasar lakukan bargain hunting menimbang dampak pelemahan mata uang Inggris dalam 2 pekan terakhir yang menguntungkan para eksportir negara tersebut.

Pasca kemenangan suara dukungan untuk Inggris keluar dari Uni Eropa membuat kurs poundsterling anjlok hingga 14 persen lebih terhadap dollar dalam 2 pekan terakhir, dan turunnya nilai mata uang negara ekonomi besar di Eropa membuat ekspor Inggris meningkat. Ada sedikit harapan bagi fundamental poundsterling yang terpukul kuat pasca Brexit tersebut.

Untuk katalis penggerak pound dari data ekonomik yang dirilis sore ini menunjukkan pengurangan tenaga laju pound, pasalnya meski data yang dirilis lebih baik dari perkiraan namun lebih buruk dari periode sebelumnya seperti data produksi manufaktur dan industri bulan Juni yang alami kontraksi dari bulan sebelumnya. Kedua data ini mengecewakan namun hanya data tingkat harga rumah menurut survey Halifax yang cukup lumayan.

Ditengah perdagangan forex sesi Eropa  hari Kamis  (7/7)  pergerakan kurs pound   masih  bergerak kuat  terhadap dollar AS,  setelah  dibuka lebih rendah pada   1.2924 di   awal   perdagangan   (00.00 GMT),  kurs  pound naik  50 pips   atau 0,5%  dan nilai bergulir  berada pada 1.2974.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan sesi Amerika berakhir besok pagi, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair GBPUSD lanjut naik   ke kisaran 1.3030-1.3093. Namun jika tidak sampai kisaran tersebut maka pair dapat turun  lagi ke kisaran 1.2845.

Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here