Pejabat Inggris Yang Berusaha Selamatkan Ekonomi Negaranya

200

Setelah hasil referendum brexit tanggal 23 Juni lalu diumumkan, sedikit sekali pejabat tinggi negeri tersebut yang tampil ke publik memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi yang sedang terjadi di negeri tersebut pasca pengumuman dukungan kuat untuk Inggris keluar dari Uni Eropa. Termasuk tokoh politik yang bertikai dalam referendum tersebut tidak ada yang muncul ke publik kecuali pimpinan bank sentral negara tersebut.

Siapakah dia? Ya dialah Mark Carney yang menjabat sebagai gubernur BOE (Bank of England) sejak tahun 2013 lalu. Setelah hasil referendum diumumkan,   Mark Carney berusaha untuk meyakinkan pelaku pasar dengan memberikan pidato tak lama. Pada hari Selasa (5/7) Bank of England mencatat  beberapa risiko yang mungkin terjadi setelah Brexit  telah diidentifikasi, namun sekali lagi Mark Carney menyatakan siap bekerja untuk mengatasi risiko tersebut meskipun ditegaskan juga  tidak bisa mengimbangi semua potensi krisis yang ada.

Gubernur Bank of England tersebut menyatakan diperlukan dukungan kepemimpinan yang jelas demi meningkatkan kepercayaan bisnis pada saat ketidakpastian politik dan ekonomi yang terjadi sekarang ini pasca Brexit sembari memutuskan memangkas anggaran cadangan penanggulangan krisis dan juga mempersiapkan untuk memangkas suku bunga bank sentral tersebut.

Aksi pejabat tinggi pembuat kebijakan moneter negeri tersebut merupakan tindakan penyelematan bagi negara yang merupakan negara ekonomi terbesar kedua di kawasan Eropa. Bagaimana dengan pejabat lainnya? seperti diketahui  bersama  Perdana Menteri Inggris David Cameron yang merupakan tokoh yang berkampanye untuk Inggris tetap di Uni Eropa telah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri.

Risiko yang langsung terjadi setelah hasil referendum Brexit diumumkan yaitu anjloknya nilai mata uang poundsterling hingga 14 persen lebih dan jatuh ke posisi terendah dalam 31 tahun terhadap dollar AS. Selain itu 6 perusahaan management aset property menutup perdagangannya menghindari terjadinya aksi pencairan dana yang cukup besar.

H Bara/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here