Cameron Akan Mundur Rabu, Theresia May Perdana Menteri Baru Inggris Raya

572

David Cameron telah mengumumkan akan mundur sebagai Perdana Menteri United Kingdom pada Rabu pekan ini. Dia akan digantikan kandidat perdana menteri Theresa May.

Cameron akan mengadakan Prime Minister’s Question Time untuk terakhir kalinya pada hari Rabu pukul 07:00 ET. Dia kemudian akan pergi ke Istana Buckingham untuk menawarkan pengunduran dirinya kepada Ratu Inggris.

Theresa May kemudian akan pergi ke istana untuk “mencium tangan” Ratu. Dia akan menjadi perdana menteri perempuan kedua U.K. setelah Margaret Thatcher.

Berita tersebut datang setelah anggota parlemen U.K., Andrea Leadsom mengumumkan untuk menarik diri dari pencalonan untuk menjadi pemimpin baru dari Partai Konservatif yang berkuasa di Inggris. Pengumuman ini membuat Menteri Dalam Negeri Theresa May sebagai satu-satunya calon untuk posisi perdana menteri itu.

Kepada wartawan, pada Kamis, Leadsom mengatakan: “Ada hak istimewa yang lebih besar daripada memimpin Partai Konservatif dalam pemerintahan dan saya akan telah sangat terhormat untuk melakukannya.”

“Namun saya telah menyimpulkan bahwa kepentingan negara kita, yang terbaik dilayani oleh penunjukan langsung oleh perdana menteri yang kuat dan didukung. Oleh karena itu saya menarik diri dari pemilihan kepemimpinan,” kata Leadsom.

Leadsom melanjutkan untuk memberikan dukungan nya untuk May menyusul pengumumannya.

“Saya berharap keberhasilan Theresa May sangat besar. Saya yakinkan dukungan penuh saya  buat dia.”

Berbicara sebelumnya pada Senin pagi, May menyampaikan pidato sendiri, mengklarifikasi tidak akan ada referendum atau backdoor kedua sebagai upaya untuk bergabung kembali dengan Uni Eropa dan berjanji untuk menetapkan rencana ekonomi untuk menghadapi ketidakstabilan saat ini.

May mengambil garis keras pada bisnis besar, mengatakan ia ingin melihat karyawan di dewan perusahaan, akan menindak penggelapan pajak, dan akan membela terhadap pengambilalihan yang ditujukan untuk mengakses celah pajak, Reuters melaporkan.

Menteri dalam negeri ini juga mengambil kesempatan untuk mengatasi apa yang disebut kesenjangan yang tidak sehat antara apa pemimpin dan karyawan yang dibayar, dan mengatakan suara pemegang saham atas gaji eksekutif akan mengikat.

Sementara ada beberapa spekulasi bahwa May harus menghadapi kandidat sekunder dalam pemilihan kepemimpinan Konservatif akhir, ketua komite partai Konservatif terkait mengatakan tidak ada kebutuhan untuk menjalankan kembali kontes, menurut Reuters.

Awalnya diperkirakan bahwa calon kepemimpinan akan berakhir dengan perdana menteri Inggris yang baru dikonfirmasi pada awal September.

Pengumuman ini diharapkan memberikan dukungan pasar untuk stabilitas masa depan untuk Inggris.

 

Doni/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here