Harga Gula ICE Akhir Pekan Merosot; Mingguan Terpuruk Hampir 6 Persen

301

Harga gula berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York Sabtu dini hari (09/07) berakhir lemah, terpicu penguatan dollar AS.

Indeks Dollar AS akhir pekan berakhir naik tipis 0,03 persen pada 96.27 terhadap sekeranjang mata uang utama dunia, setelah data non farm payrolls AS naik tinggi bulan Juni.

Kenaikan nilai tukar dollar AS membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri sehingga permintaannya ikutan tergerus melemah.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Oktober 2016 terpantau mengalami penurunan. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup turun sebesar -0,16 sen atau setara dengan -0,81 persen pada posisi 19,57 sen per pon.

Secara mingguan harga gula semakin terpuruk -5,82 persen, sebagian besar mengikuti anjloknya harga minyak mentah dan pelemahan Real Brazil.

Lihat : Harga Gula ICE Anjlok 4 Persen Mengikuti Anjloknya Minyak Mentah

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah terbatas dengan potensi penguatan dollar AS.

Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi menguji level Support pada posisi 19,10 sen dan 18,60 sen. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi kenaikan harga ada pada posisi 20,10 sen dan 20,60 sen per pon.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here