Non Farm Payroll AS Lebih Kuat Mendukung Bursa Global dan Minyak Mentah

263

Bursa Saham AS ditutup lebih dari 1 persen lebih tinggi pada akhir perdagangan akhir pekan hari Jumat, di AS, setelah laporan pekerjaan AS mengalahkan perkiraan. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 1,40 persen, di 18,146.74, dengan saham Caterpillar mendapatkan 3 persen untuk memimpin semua saham yang lebih tinggi. Indeks Dow naik 1,1 persen untuk minggu ini. Indeks S & P 500 ditutup naik 1,53 persen, pada 2,129.90, dengan sektor bahan memimpin semua 10 sektor yang lebih tinggi. Indeks S & P naik hampir 1,3 persen untuk minggu ini. Indeks Nasdaq ditutup naik 1,64 persen, pada 4,956.76. Indeks Nasdaq naik 1,9 persen untuk minggu ini.

Bursa Asia pagi ini dibuka menguat menikuti bursa Wall Street yang naik terdorong data pekerjaan AS yang kuat. Terpantau Indeks Nikkei melonjak 3,05% pada 15.568,19. Indeks ASX 200 naik 1,66 % pada 5.317,40. Indeks Kospi naik 1,25% pada 1.987,72.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan akhir pekan hari Jumat di AS naik 0,6 persen, pada 45,41 dollar per barel setelah setelah data pekerjaan AS yang kuat dan bargain hunting oleh investor. Untuk minggu ini harga minyak mentah anjlok sekitar 8 persen. Anjloknya harga minyak mentah sebagian besar akibat kekenyangan pasokan, kekuatiran Breixt, juga laporan persediaan minyak mentah yang dilaporkan  EIA yang turun di bawah perkiraan. Harga minyak mentah pada perdagangan selanjutnya berpotensi bergerak naik dengan hasil data pekerjaan AS yang positif. Namun perlu dicermati pergerakan dollar AS yang jika terus menguat dapat menekan harga minyak mentah

Sedangkan harga emas spot pada perdagangan akhir pekan hari jumat di AS berakhir naik 0,46 persen pada 1,366.40 dollar per tory ons, setelah data pekerjaan AS berakhir juga mixed. Data non farm payrolls AS yang lebih kuat dari perkiraan menekan harga emas berjangka AS. Namun tingkat pengangguran nasional AS naik sedikit lebih dari yang diharapkan pada bulan Juni, menjadi 4,9 persen, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS memberikan pengaruh bagi harga emas spot. Secara mingguan harga emas spot naik 1,8 persen terdorong masih meningkatnya kekuatiran Brexit dan pelemahan ekonomi global. Pada perdagangan selanjutnya harga emas berpotensi turun jika dollar AS terus menguat dengan meningkatnya data non farm payroll AS.

Dari pasar valas,Dollar AS hanya naik tipis pada akhir perdagangan akhir pekan hari Jumat pada pandangan bahwa data non farm payrolls AS bulan Juni yang lebih kuat dari perkiraan belumtentu akan membuat Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga lagi tahun ini..  EURUSD turun 0.11% pada 1.1048. GBPUSD naik 0.32 % pada 1.2945.  USDJPY turun 0.26 %, pada 100.49. Dollar AS diperkirakan akan bergerak sideways mencermati perkembangan The Fed terkait peluang menaikkan suku bunga AS tahun ini.

Dari pasar modal Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan Jumat (1/7)  turun 0,9% ke posisi 4971,58. Hasil non fam Payrolls AS yang positif menguatkan bursa global dan harga minyak mentah, diperkirakan memberikan hasil positif bagi bursa Indonesia. Secara teknikal  pergerakan   IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 4927-4949 dan resisten 5017-5063. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini: BMRI, CPIN, WIKA dan SMRA.

Data indikator ekonomi yang perlu dicermati hari ini adalah Data Loan Growth, Money Supply, New Yuan Loans Tiongkok, Machinery Orders Jepang, Home Loans Australia, Penjualan mobil Indonesia, Perkembangan Brexit, Perkembangan The Fed terkait suku bunga AS.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here