Harga Batubara Rotterdam ICE Turun Tertekan Pelemahan Minyak Mentah

182

Pada akhir perdagangan Selasa dini hari (12/07), harga batubara Rotterdam berakhir turun tertekan pelemahan harga minyak mentah.

Harga minyak mentah jatuh pada akhir perdagangan hari Senin di AS, mencapai posisi terendah dua bulan, tertekan oleh berbagai sentimen kekenyangan produksi yaitu meningkatnya pasokan Kanada dan jumlah kilang minyak AS yang lebih tinggi.

Ratusan ribu barel minyak mentah baru telah mulai tiba di Alberta wilayah pasir minyak, Kanada, memenuhi pipa setelah produksi pulih dari kebakaran hutan yang melumpuhkan produksi dua bulan yang lalu.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) berakhir turun 1,43 persen, atau 65 sen, pada $ 44,76 per barel, menetap terendah sejak 10 Mei. Selama sesi, WTI mencapai titik terendah dua bulan pada $ 44,53.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan pada $ 46,21 per barel pada 14:41 ET, turun 4 sen setelah tergelincir ke sesi rendah $ 45,90, terendah sejak 11 Mei.

Lihat : Harga Minyak Mentah Jatuh Terendah 2 Bulan Tertekan Sentimen Kekenyangan Produksi

Dengan pelemahan harga minyak mentah tersebut, harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak bulan Juli 2016 merosot di posisi 56,35 dollar per ton. Harga komoditas tersebut mengalami penurunan sebesar -0,10 dollar atau setara dengan -0,18 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Lihat : Harga Batubara Rotterdam Akhir Pekan Turun 1 Persen; Mingguan Naik Tipis

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya berpotensi turun dengan sentimen pelemahan minyak mentah akibat sentimen kekenyangan global.

Harga batubara berjangka berpotensi mengetes level support pada posisi 55,80 dollar dan support kedua di level 55,30 dollar. Sedangkan level resistance yang akan diuji jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi 56,80 dollar dan 57,30 dollar.


Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center

Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here