Harga Gula ICE Naik 3,6 Persen Terpicu Hambatan Produksi Brazil dan India

433

Harga gula berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York Selasa dini hari (12/07) berakhir naik terpicu data dari Commodity Futures Trading Commission AS setelah penutupan Jumat menunjukkan bahwa manajer investasi terus menambah posisi panjang mereka di gula.

Rabobank mengatakan spekulan menemukan alasan untuk menambah taruhan bullish baru minggu lalu berdasarkan prospek lemah untuk gula India dan kadar gula rendah dari perkiraan di panen tebu Brasil. Brazil dan India adalah produsen terbesar di dunia.

The Indian Sugar Mills Association memperkirakan panen tahun depan di 23.26 juta ton dibandingkan 25,1 juta ton tahun ini. Namun, mereka berpikir akan memiliki cukup persediaan gula untuk menghindari kebutuhan untuk impor luas.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Oktober 2016 terpantau mengalami kenaikan signifikan. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup naik sebesar 0,71 sen atau setara dengan 3,63 persen pada posisi 20,28 sen per pon.

Lihat : Harga Gula ICE Akhir Pekan Merosot; Mingguan Terpuruk Hampir 6 Persen

Malam nanti akan dirilis data JOLTs jobs openings dan Wholesales Inventories yang diindikasikan menurun. Jika terealisir akan menekan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat terbatas jika dollar AS terealisir melemah. Namun perlu dicermati prospek produksi gula di negara-negara produsen gula.

Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Resistance pada posisi 20,80 sen dan 21,30 sen. Sedangkan level Support yang akan diuji jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 19,80 sen dan 19,30 sen per pon.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here